
Jacken F Tiago mengaku tahu persis jalan untuk menuju tangga juara.
JawaPos.com – Jangan meragukan mental juara Jacksen F. Tiago. Pria asal Brasil ini dikenal sebagai sosok yang sukses di belantara sepak bola Indonesia. Baik sebagai pemain maupun saat menjadi pelatih. Selepas pertandingan kontra Persela Lamongan, Kamis (24/5) malam, Jacksen membongkar rahasianya menjadi sang juara.
Jacksen adalah satu dari segelintir orang asing yang meraup sukses di sepak bola Indonesia. Sebagai pemain, ia berhasil membawa Persebaya Surabaya menjuarai Liga Indonesia 1996-997. Mantan pemain Petrokimia Putra Gresik ini juga didaulat sebagai top skor pada musim tersebut.
Ketika alih profesi sebagai pelatih, Jacksen kembali menemukan kejayaannya bersama Persebaya. Jacksen memberikan dua gelar Liga Indonesia bagi tim berjuluk Green Force tersebut. Selain itu, Jacksen juga mengantar Persipura Jayapura tiga kali juara Indonesia Super League (ISL).
“Saya tahu persis jalan menuju juara seperti apa. Jalan menuju juara ditentukan oleh pertama, konsistensi dalam permainan. Kedua adalah sikap,” sebut pelatih yang saat ini menakhodai Barito Putera tersebut.
Sikap juara itu, lanjut Jacksen, harus tercermin di setiap pertandingan. “Kalau dalam sebuah pertandingan kami tidak menunjukkan sikap yang agresif, itu artinya kami memberikan lawan rasa percaya diri untuk menekan kami,” jelasnya.
Jacksen menambahkan, jalan menuju juara tidak semudah yang dibayangkan orang. Selalu ada rintangan dan ujian yang harus dilalui setiap hari. Seperti pepatah lama, usaha tidak akan pernah mengkhianati hasil. Jika segala ujian terlewati dengan mulus, maka gelar juara bisa dipetik pada pengujung kompetisi.
“Jalan menuju juara itu tidak mudah. Sangat luar biasa sulit. Setiap hari kami harus melawan diri sendiri. Makanya siapa pun yang datang ke sini (Banjarmasin, red) saya anggap pertandingan paling berat. Karena musuh terbesar kami adalah diri sendiri,” jabar Jacksen.
Sementara itu, Jacksen mengaku mendapatkan pelajaran luar biasa atas hasil imbang 1-1 lawan Persela. Ia mengkritisi sikap pemain yang terlalu pasif pada babak pertama. Masalah itu mulai luntur pada paruh kedua. Hanya saja Barito Putera gagal menampakkan ciri khas permainannya.
“Dari awal saya sudah bilang, persoalan tim kami adalah mental. Bisa mental yang lemah atau overconfidence. Itu yang saya harus kontrol. Kami akan mencari di mana pemicunya. Banyak persoalan. Tapi dengan satu hal saja kami bisa membenahi pemicunya. Satu hal itu adalah faktor sikap,” tutup Jacksen.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
