
Photo
JawaPos.com – Bonek punya cara khas dalam melakukan dukungan kepada Persebaya Surabaya di laga away. Suporter setia Bajul Ijo ini kerap melakukan metode estafet. Sayang, metode ini lebih banyak hal negatif dibanding sisi positifnya. Cara ini juga rawan ditumpangi oleh kepentingan pihak lain yang memunculkan kejahatan dan justru bisa mencemarkan nama Bonek serta Persebaya.
Penulis buku 'Imagine Persebaya', Oryza A. Wirawan menjabarkan dua persoalan yang timbul akibat perjalanan estafet. Pertama adalah munculnya korban jiwa. Ini adalah dampak terburuk dari metode estafet.
“Melakukan perjalanan secara estafet membutuhkan stamina dan konsentrasi lebih tinggi. Menumpang kendaraan yang bukan diperuntukkan (untuk) mengangkut penumpang jelas berbahaya. Beberapa kecelakaan terjadi di jalanan karena kelengahan mereka,” jelasnya.
Masalah kedua adalah munculnya kejahatan. Menurut Oryza, Bonek yang melakukan estafet sangat rentan dimanfaatkan untuk melakukan tindak kriminal, seperti penjarahan atau pencurian. Apalagi bekal yang dibawa juga terbatas.
“Ironis, sebagian Bonek estafet ini melakukan perjalanan jauh tidak untuk menyaksikan Persebaya. Ada yang memanfaatkan aktivitas estafet ini untuk 'bekerja', menjadikan warga sebagai sasaran pemerasan atau pemalakan,” urainya.
“Mereka juga tak segan melukai sesama Bonek untuk menjarah harta (nyartok). Kelompok inilah yang belakangan didefinisikan mantan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman sebagai Boling, atau Bondo Maling,” imbuh Oryza.
Masalahnya, aksi kejahatan yang dilakukan gerombolan liar inilah yang berpotensi membuat marah warga. Nah, kemarahan itu bisa ditumpahkan kepada Bonek sejati yang datang ke stadion untuk mendukung Persebaya.
“Dalam alam pikiran cupet sebagian warga ini, siapapun yang berbaju atau beratribut hijau Persebaya dan Bonek harus dihabisi. Maka bentrokan pun terjadi setiap kali ada rombongan Bonek yang lewat, terlepas mereka sama sekali tidak berbuat kejahatan,” tutupnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
