
Rishadi Fauzi menjadi solusi terbaik Persebaya Surabaya saat striker impor David da Silva tampil melempem
JawaPos.com - Persebaya Surabaya langsung merespons setelah pada pekan ketiga kalah dari Barito Putera di depan publik sendiri. Pada pekan keempat menantang tuan rumah PS Tira, Persebaya menyiapkan senjata rahasia. Tim pelatih menemukan solusi jitu untuk membuat lini depan lebih tajam.
Seperti diketahui, tren Persebaya terus menurun dalam tiga pertandingan terakhir. Meski mereka masih mendominasi penguasaan bola, agresivitas tim berjuluk Green Force itu tampak menurun.
Persebaya memulai kompetisi Liga 1 2018 dengan kemenangan atas Perseru Serui dengan skor 1-0. Setelah menang di pekan pertama, Persebaya hanya bermain imbang 1-1 saat tandang ke Stadion Surajaya, markas Persela Lamongan.
Performa Persebaya kian merosot saat menjamu Barito Putera pada pekan ketiga, Minggu (8/4). Alih-alih memanen angka penuh, Persebaya justru menanggung malu karena tumbang dengan skor 1-2.
Berdasar catatan statistik pada tiga pertandingan tersebut, Persebaya memang selalu mendominasi pertandingan. Persebaya dominan dalam penguasaan bola dengan rata-rata di atas 65 persen.
Hanya saja agresivitas Green Force cenderung menurun. Persebaya mencetak 12 tembakan dan hanya dua yang on target. Angka itu yang terkecil di antara tiga pertandingan pembuka Persebaya di Liga 1 2018.
Eksperimen pelatih Persebaya Angel Alfredo Vera dengan merombak komposisi lini depan terbukti tak berhasil. Tiga striker yang dimainkan Alfredo Vera yakni yakni David da Silva, Ferinando Pahabol, dan Osvaldo Haay gagal tampil moncer.
Feri Pahabol sedang offday. Dia gagal menampilkan permainan trengginas seperti yang ditunjukkan saat pramusim. Osvaldo Haay pun demikian. Bintang Timnas U-23 Indonesia itu seperti kebingungan untuk menemukan ruang tembak.
Kualitas David da Silva pun meragukan. Tidak ada aksinya yang mengancam gawang Aditya Harlan, kiper Barito Putera. David sebenarnya memiliki dua peluang dari set piece. Namun dua eksekusi tendangan bebasnya gagal menghasilkan gol.
Alfredo Vera menyadari bahwa lini depannya butuh perhatian khusus. Oleh sebab itu, dia menempatkan teknis penyelesaian akhir sebagai salah satu menu utama sesi latihan paada Selasa (10/4) pagi.
“Hari ini kami perbaiki finishing dan mengembalikan kondisi pemain. Ini persiapan untuk menghadapi PS Tira,” ungkap pelatih asal Argentina tersebut.
Persebaya akan bertemu PS Tira di Stadion Sultan Agung, Bantul, Jumat (13/4) mendatang. Untuk mempertajam lini depan, Rishadi Fauzi dipersiapkan sebagai senjata rahasia. Bukan tidak mungkin penyerang jangkung itu akan dipasang sebagai starter dalam laga melawan PS Tira.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
