
LEBIH KETAT: Persiwa Wamena sempat mundur dan akhirnya ikut lagi di Liga 2.
JawaPos.com- Problem yang dihadapi beberapa klub kontestan Liga 2 saat ini membuat PT Liga Indonesia Baru (LIB) melakukan evaluasi. Apalagi, musim depan jumlah klub yang berkompetisi di level kedua sepak bola tanah air itu hanya 24, tidak seperti musim ini yang sebanyak 60 klub.
Kontestan Liga 2 musim depan kudu bisa memenuhi lima aspek klub profesional sebagaimana yang diatur dalam manual liga. Lima aspek yang wajib diperhatikan para kontestan tersebut adalah infrastruktur, supporting, administrator, aspek legal, dan sisi finansial.
”Kalau ada yang tidak lengkap dari lima aspek itu, klub tidak bisa berkompetisi,” kata CEO PT LIB Riza Adi Wijaya.
Selama ini, untuk verifikasi klub Liga 2, PT LIB masih menitikberatkan infrastruktur semata yang berupa stadion dan lapangan. Namun, belakangan ada masalah lain yang ternyata cukup mengganggu kualitas kompetisi. Salah satunya adalah aspek finansial dari klub peserta yang masih jauh dari kata sehat.
Kasus Persih Tembilahan yang harus kalah WO saat menjamu PSBL Langsa di grup 1 Liga 2 lantaran pemainnya belum digaji selama tiga bulan adalah salah satunya. Sebelumnya, Sragen United FC memiliki masalah finansial serupa. Bahkan, pemindahan kepemilikan klub Sragen juga tidak jelas.
Riza menyatakan, sebagai operator, pihaknya sangat menyayangkan klub-klub yang mengalami kesulitan dalam membayar gaji para pemain. Sebab, oleh pihaknya, setiap klub peserta diberi subsidi Rp 500 juta pada babak penyisihan grup. Jumlah tersebut sebenarnya cukup untuk membiayai gaji pemain.
Sementara itu, terkait dengan absennya Persifa Fakfak dalam pertandingan grup 8 Liga 2, regulator kompetisi tersebut masih bersikap dingin. Chief Operating Officer (COO) PT LIB Tigorshalom Boboy mengatakan, pihaknya masih menganggap tim dari Papua itu sebagai salah satu kontestan di Liga 2.
Alasannya, sampai saat ini manajemen Persifa belum memberikan surat pernyataan resmi untuk tidak berpartisipasi di Liga 2. ”Kami tidak mau mengambil kesimpulan sendiri. Sebab, sebelumnya Persiwa Wamena sempat diisukan absen, tapi ternyata ikut dalam kompetisi,” jelas Tigor.
Nah, terkait dengan kasus Persih, Tigor mengatakan bahwa pihaknya akan menyerahkan persoalan tersebut kepada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. ”Kalau Persih, sanksinya sesuai dengan regulasi kompetisi. Pasti pemotongan tiga poin. Sementara untuk Persifa, kami masih menunggu keterangan resmi dari mereka,” tutur Tigor. (ben/c11/ham)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
