
PIAWAI: Gelandang Persebaya Sidik Saimima sedang memotong rambut Rendi Irwan.
JawaPos.com- Kesuksesan Persebaya Surabaya menjadi jawara di turnamen Dirgantara Cup merupakan hasil kerja keras seluruh elemen tim. Namun, ada tiga pemain yang performanya menonjol sepanjang turnamen. Yakni, Sidik Saimima yang terpilih sebagai pemain terbaik turnamen, Rachmat Afandi sebagai top scorer tim dengan koleksi empat gol, serta kiper Dimas Galih yang mencetak clean sheets dalam tiga laga.
Meski moncer di lapangan, ketiganya juga memiliki kegiatan atau hobi sampingan. Sidik, misalnya. Selain piawai mengolah bola, dia ahli menata rambut. ’’Saya belajar pangkas rambut secara otodidak saat masih di Tulehu. Apalagi, saya gemar mengutak-atik gaya rambut sendiri,’’ katanya
Sidik pun memamerkan keahliannya ketika rombongan Persebaya tiba di Semarang Kamis (9/3) lalu. Saat berada di hotel, Rendi Irwan menjadi ’’pasien’’ gelandang 19 tahun itu. Dengan sisir dan gunting di tangannya, Sidik begitu cekatan memangkas rambut Rendi dengan model pompadour yang kekinian.
Rendi tampak puas dengan pelayanan ’’salon’’ gratis tersebut. Dia menuturkan, keahlian Sidik dapat berguna bila Persebaya away ke pelosok yang jarang memiliki tukang pangkas rambut atau barber shop. ’’Syukur-syukur kalau gratis. Kan menghemat pengeluaran,’’ ucap Rendi, lalu terbahak. ’’Siapa tahu, ini bisa jadi jaminan pada hari tua saya,’’ sahut Sidik.
Beda Sidik, beda pula Rachmat. Dia memiliki hobi mengaji. Tidak sekadar mengaji, tetapi juga mempelajari ilmunya. Rachmat kali pertama mengikuti pengajian di Jakarta saat mendapat kesempatan kedua untuk berkostum Persija pada 2011.
Padahal, dia tahu bahwa gaji di tim berjuluk Macan Kemayoran itu sering tersendat. Namun, di Persija, dia justru memiliki banyak waktu untuk mendalami agama. ’’Mungkin inilah yang dimaksud hidayah. Kalau saya tetap di sana (Persib), gaji memang lancar, tapi saya tidak dapat hidayah untuk ini (mengaji),’’ tutur striker 32 tahun tersebut.
Rachmat menambahkan, banyak faedah yang diperoleh saat dirinya mulai mengaji. Salah satunya, emosi di dalam dan luar lapangan lebih terkontrol. Dia juga bisa mendidik keluarganya agar lebih teratur.
’’Sebelum mendapat hidayah ini, saya memang hampir tidak pernah melewatkan salat. Namun, setelah sering mengikuti pengajian, ada banyak ilmu baru yang saya terima. Mulai berwudu, salat malam, hingga zakat dengan baik dan benar,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Dimas gemar mengoleksi perlengkapan olahraga, termasuk sepatu dan topi. Berbagai macam merek tak luput dari koleksi eks kiper Gresik United tersebut.
Dia mengaku tidak terlalu mempermasalahkan harga. Asal barang nyaman disandang dan sedap dipandang, dia pasti membelinya. ’’Daripada uang dibelanjakan untuk hal-hal yang tidak baik, mending saya belikan ini sebagai koleksi dari hobi,’’ ucap kiper 24 tahun itu. (io/c18/bas)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
