
Logo Wong Mangap
JawaPos.com- Di saat skuad Persebaya Surabaya senior terus menggeber seleksi, ”mesin produksi” pemain klub berjuluk Green Force itu mulai dipanaskan. Sabtu mendatang (18/2) mesin tersebut mulai dijalankan.
Ya, laga antara Indonesia Muda (IM) dan HBS bakal mengawali bergulirnya liga legendaris: kompetisi internal Persebaya. Itulah kawah candradimuka yang tak hanya terus melahirkan bintang bagi Persebaya. Tapi juga buat begitu banyak tim di tanah air.
Sebanyak 20 klub internal akan berpartisipasi di kompetisi Persebaya dengan dibagi dalam dua grup. Berbeda dengan gelaran terakhir tahun lalu yang hanya digeber setengah putaran, kali ini kompetisi akan dilangsungkan satu musim penuh.
”Kami mempertimbangkan sisi kompetitif dan pembinaan usia muda. Apalagi, Persebaya saat ini juga sudah dikembalikan haknya,” kata Direktur Bidang Amatir Persebaya Saleh Hanifah.
Pernyataan pria yang sekaligus menjabat ketua umum IM Surabaya itu tecermin dalam format kompetisi tahun ini. Salah satunya adalah memberlakukan aturan penggunaan maksimal lima pemain dengan usia di atas 23 tahun di tiap tim.
Dalam pertandingan, maksimal hanya tiga pemain di atas usia 23 tahun yang bisa digunakan. Menurut Saleh, regulasi tersebut bertujuan memberikan jaminan jam terbang lebih banyak bagi penggawa muda. Sekaligus membuat atmosfer kompetisi tetap terjaga dengan kehadiran personel senior. ”Namun, batas usia pemain senior juga kami terapkan, yakni 30 tahun. Untuk usia minimal pemain, ada di kisaran 15 atau 16 tahun,” sambung Saleh.
Satu hal lagi yang bisa membangkitkan animo pemain dan penonton. Yaitu, kembali digunakannya Stadion Gelora 10 Nopember. Stadion kebanggaan arek-arek Suroboyo itu akan berbagi peran dengan Lapangan Persebaya, Karanggayam.
Meski begitu, kepastian soal penggunaan Gelora 10 Nopember masih buram. Menurut Direktur Operasional Persebaya Puji Agus Santoso, keputusan untuk itu bisa diketahui dalam beberapa hari ke depan.
”Meski belum ada kepastian, kans pertandingan pembuka dilakukan di Gelora 10 Nopember masih besar. Kami terus berkomunikasi dengan pihak Pemkot Surabaya soal itu,” kata Puji.
Bermain di stadion legendaris tersebut, kata Saleh, diyakini bisa memberikan kebanggan tersendiri kepada semua pemain. Bila itu terjadi, semangat seluruh pemain otomatis juga bakal terkatrol. Imbasnya, persaingan jadi lebih ketat dengan produk pemain yang mumpuni. (io/c11/ttg)

Prediksi Skor Brasil vs Jepang di Piala Dunia 2026: Kans Selecao Lolos 16 Besar Lewat Adu Penalti
Prediksi Skor Pantai Gading vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Misi Erling Haaland Pulangkan Wakil Afrika
Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Netizen: Muak Sekali
Sejarah! Indonesia Juara AVC Men's Cup 2026 Hancurkan Korea Selatan 3-0
Prediksi Skor Jerman vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Der Panzer Bisa Amankan Tiket 16 Besar dalam 90 Menit
Prediksi Skor Meksiko vs Ekuador di 32 Besar Piala Dunia 2026: Panggung Pembuktian Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Jepang di 32 Besar Piala Dunia 2026: Marquinhos Akui Samurai Biru Sedang Percaya Diri
Prediksi Susunan Pemain Timnas Norwegia vs Pantai Gading di 32 Besar Piala Dunia 2026: Sudah Lakukan Rotasi, Martin Odegaard Siap Menan
Pakai Tas Mewah, Tiga Pengasuh Anak-anak Raffi Ahmad-Nagita Slavina Sedang Asik Liburan Jadi Sorotan
Prediksi Skor Belanda vs Maroko di Piala Dunia 2026: Oranje Dijagokan Menang Tipis Kontra Singa Atlas
