Dimas Wicaksono saat berlatih bersama Rachmat Irianto di sesi latihan Persebaya Surabaya. (Media Persebaya)
JawaPos.com–Super League 2025/2026 mencatat rekor kuota pemain asing terbanyak sepanjang sejarah sepak bola Indonesia. Namun di tengah dominasi pemain impor, Persebaya Surabaya justru menunjukkan regenerasi tetap berjalan dan talenta muda lokal tak kehilangan panggung.
Fenomena ini menjadi angin segar di tengah kekhawatiran publik soal masa depan pemain muda Indonesia. Saat banyak klub mengandalkan legiun asing di berbagai lini, sejumlah pemain usia 18 hingga 19 tahun justru mampu menembus tim utama dan mengumpulkan menit bermain signifikan.
Kompetisi musim ini memang berjalan dengan intensitas tinggi dan persaingan makin ketat. Setiap tim berlomba tampil konsisten demi menjaga posisi di papan klasemen Super League 2025/2026.
Dalam situasi seperti itu, kesempatan bagi pemain muda kerap dipandang makin sempit. Realitas di lapangan justru berbicara lain karena beberapa nama belia mampu membuktikan diri layak bersaing.
Di posisi teratas daftar pemain muda dengan menit bermain terbanyak ada Kafiatur Rizky dari Dewa United. Pemain 19 tahun itu sudah mencatat 329 menit bermain dan menjadi yang tertinggi sejauh ini.
Catatan tersebut menegaskan kepercayaan tim pelatih kepadanya tak sekadar simbolis. Dia benar-benar mendapat panggung untuk berkembang di kompetisi level tertinggi.
Peringkat kedua ditempati Zulfan Djiaulhaq dari Persita Tangerang. Di usia 19 tahun, dia mengoleksi 259 menit bermain dan menunjukkan konsistensi dalam meraih kepercayaan.
Zulfan membuktikan kerja keras di sesi latihan berbuah kesempatan nyata saat pertandingan. Peran yang ia jalani juga tak sekadar pelengkap di bangku cadangan.
Posisi ketiga menjadi milik Maouri Simon dari Bali United. Gelandang blasteran berusia 19 tahun itu sudah mengumpulkan 242 menit bermain musim ini.
Jumlah tersebut memperlihatkan peran cukup signifikan di dalam skuadnya. Ia mampu bersaing di tengah komposisi tim yang juga dihuni pemain berpengalaman.
Di urutan keempat ada Arkhan Kaka dari Persis Solo. Striker muda yang masih berusia 18 tahun itu telah membukukan 220 menit bermain.
Menariknya, Arkhan menjadi salah satu pemain termuda dalam daftar ini. Kontribusi menit bermainnya menunjukkan keberanian klub memberi ruang bagi talenta belia.
Sorotan berikutnya mengarah ke Persebaya Surabaya. Di tengah derasnya arus pemain asing, dua nama muda Green Force berhasil masuk daftar enam besar.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
