Joyce Sorongan (Istimewa)
JawaPos.com - Kendal Tornado FC sedang menikmati tren positif di ajang Pegadaian Championship 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Badai Pantura itu belum tersentuh kekalahan dalam lima pertandingan terakhir, dengan rincian tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Tambahan poin konsisten tersebut membuat Kendal Tornado FC kini nyaman bertengger di posisi keempat klasemen sementara dengan 37 poin.
Jarak mereka pun hanya terpaut empat angka dari pemuncak klasemen, PSS Sleman.
Namun bukan hanya lini depan yang patut mendapat sorotan.
Ketangguhan sektor pertahanan menjadi kunci penting kebangkitan tim. Dalam lima laga terakhir, Kendal Tornado FC mencatatkan lima clean sheet beruntun, sebuah capaian yang tak bisa dipandang sebelah mata di kompetisi seketat Championship musim ini.
Peran penjaga gawang Try Hamdani Goentara menjadi salah satu faktor utama di balik catatan nirgol tersebut.
Penampilannya di bawah mistar tampil konsisten dan penuh percaya diri. Menariknya, tren positif itu hadir setelah manajemen mendatangkan pelatih kiper baru, Joice Sorongan.
Joice mengaku fokus utamanya bukan sekadar melatih teknik dasar, melainkan membenahi cara berpikir para penjaga gawang. Ia ingin kiper lebih aktif membaca arah permainan, bukan hanya bereaksi saat bola datang.
“Saya lebih memberi pemahaman ke kiper yang sudah ada terkait game play. Bagaimana mereka bisa membaca situasi permainan di lapangan,” ujar Joice, Selasa (24/2/2026).
Menurutnya, sepak bola modern menuntut kiper memiliki kecepatan membaca situasi. Bukan sekadar menunggu di garis gawang, tetapi berani mengambil keputusan lebih cepat ketika lini belakang berada dalam tekanan.
Joice menilai sebelumnya para penjaga gawang Kendal Tornado FC masih kurang dalam aspek tersebut. Karena itu, ia mencoba menanamkan pola pikir baru agar mereka lebih sigap dan percaya diri.
“Kalau pemain belakang ketinggalan, kiper harus cepat membaca situasi. Di level pertandingan seperti ini, mindset itu yang dibutuhkan,” tegas pelatih asal Parigi Moutong, Sulawesi Tengah itu.
Dalam sesi latihan, Joice menerapkan metode situasional yang menyerupai kondisi pertandingan. Simulasi tembakan jarak dekat, situasi satu lawan satu, hingga skenario bola mati rutin diberikan agar para kiper terbiasa menghadapi tekanan.
Hasilnya mulai terlihat. Empat penjaga gawang yang ada di skuad menunjukkan progres signifikan. Kepercayaan diri meningkat, komunikasi dengan lini belakang makin solid, dan yang terpenting, gawang tetap aman.

Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kelemahan 3 Singa di Estadio Azteca
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia di Piala Dunia 2026: Statistik Vikings Siap Hancurkan Samba
Prediksi Skor Brasil vs Norwegia: Bursa Taruhan Dunia Jagokan Selecao, Opta Beri Peluang Menang 53,6 Persen
Prediksi Skor Meksiko vs Inggris di Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi The Three Lions Demi Lolos Perempat Final!
Prediksi Skor Prancis vs Paraguay: Bursa Taruhan Jagokan Les Bleus, Opta Catat Peluang Menang 79,7 Persen!
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Kanada vs Maroko: Bursa Dunia Sepakat Pilih Atlas Lions, Opta Beri Peluang Menang 51,8 Persen
Prediksi Skor Inggris vs Meksiko: Bursa Taruhan Dunia Tetap Jagokan Three Lions, Rekor Angker Azteca Jadi Ancaman
