Milos Raickovic punya beberapa peluang bagi Persebaya Surabaya ke gawang PSM Makassar namun gagal berbuah gol. (Persebaya)
JawaPos.com — Finishing Persebaya Surabaya yang masih jelek jadi sorotan jelang laga mahapenting melawan Persib Bandung. Hal ini tercermin di laga terakhir Green Force saat menundukkan PSM Makassar.
Banyak peluang terbuang saat Green Force menang 1-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (26/2/2026) malam, dan itu jadi alarm bahaya sebelum duel besar berikutnya.
Kemenangan tersebut memang menjadi momentum penting bagi Persebaya Surabaya. Hasil itu sekaligus memutus tren negatif yang sempat membayangi Green Force dalam dua pertandingan sebelumnya.
Tiga poin di kandang sendiri punya arti besar untuk mentalitas tim. Green Force menjawab tekanan dengan performa agresif sejak awal laga dan langsung mengambil inisiatif serangan.
Dominasi di babak pertama terlihat jelas dengan aliran bola cepat dan pressing ketat. Peluang demi peluang tercipta, meski penyelesaian akhir masih menjadi pekerjaan rumah yang belum juga tuntas.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares, tak ingin larut dalam euforia kemenangan tipis tersebut. Dia langsung bergerak menyusun taktik dan strategi menghadapi Persib Bandung di laga pembuka Maret 2026.
Fokus berikutnya sudah menanti dan tak bisa dianggap enteng. Persebaya Surabaya akan menghadapi tantangan berat melawan Persib Bandung, tim dengan kualitas individu mumpuni pada Senin (2/3/2026) mendatang.
“Saya berharap dengan kemenangan ini, pemain lebih percaya diri. Karena laga berikutnya melawan Persib yang punya skuad bagus. Kami harus fokus dengan sikap yang sama seperti hari ini,” pungkasnya.
Ucapan itu menegaskan jika kemenangan atas PSM baru langkah awal. Ujian sesungguhnya ada di depan mata saat menghadapi tim dengan efektivitas serangan yang lebih tajam.
Pekerjaan rumah besar pun menanti Bernardo Tavares untuk memperbaiki kualitas finishing lini depan Persebaya Surabaya. Evaluasi tak hanya menyentuh pola serangan, tapi juga ketenangan saat berada di kotak penalti lawan.
Berkaca dari tiga pertandingan terakhir, Persebaya Surabaya sangat banyak membuang peluang di depan gawang. Situasi itu sempat membuat mereka kehilangan poin penting dalam perburuan posisi di papan atas.
Bernardo Tavares tak menampik fase sulit sebelumnya lahir dari detail-detail kecil yang berujung mahal. Efektivitas menjadi pembeda antara kemenangan dan kekalahan di level kompetisi ketat.
“Tentu saja. Tidak ada yang suka kalah. Saat melawan Bhayangkara di sini, laga kandang terakhir kami, mereka punya tiga peluang dan mencetak gol. Gol pertama dari bola mati. Kami juga punya peluang saat itu tapi tidak mencetak gol. Di Jepara pun sama, gol dari bola mati, kami punya peluang tapi tidak gol,” ujar Tavares dalam sesi konferensi pers seusai laga.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
