Mediasi antara suporter Persijap dengan Polres Jepara. (Istimewa)
JawaPos.com - Atmosfer panas terjadi setelah pertandingan antara Persijap Jepara kontra Persebaya Surabaya pada Sabtu (21/2/2026). Namun cerita selepas pertandingan justru menghadirkan sisi lain dari dunia suporter yaitu berupa tanggung jawab dan solidaritas.
Kericuhan antar suporter Persijap Jepara ini terjadi di kawasan Jalan Sidik Harun, Kelurahan Ujungbatu, berdampak pada tiga unit ambulans milik relawan yang dirusak, dua di antaranya mengalami kerusakan pada bagian kaca hingga tidak bisa langsung digunakan.
Padahal armada tersebut rutin bertugas dalam layanan darurat, termasuk saat pertandingan berlangsung.
Insiden itu sempat menjadi sorotan publik Jepara. Namun respons cepat datang dari kelompok suporter CNS dan Banaspati.
Melalui mediasi bersama aparat kepolisian setempat, kedua kelompok menyatakan kesediaan untuk menanggung biaya perbaikan ambulans yang rusak.
Langkah tersebut langsung direalisasikan. Total dana sebesar Rp3.400.000 disiapkan untuk memperbaiki kerusakan. CNS dan Banaspati masing-masing berkontribusi Rp1.700.000.
Dana diserahkan kepada pihak relawan agar proses perbaikan bisa dilakukan tanpa menunggu lama.
Dari kacamata olahraga, kejadian ini menjadi refleksi penting tentang budaya suporter. Rivalitas di tribun memang bagian dari dinamika sepak bola.
Namun ketika pertandingan usai, semua pihak tetap memiliki tanggung jawab menjaga kondusivitas daerah dan menghormati fasilitas umum.
Sepak bola tidak hanya soal skor akhir. Ia juga berbicara tentang sikap, kedewasaan, dan kemampuan menyelesaikan persoalan.
Apa yang dilakukan suporter Persijap Jepara menunjukkan bahwa kesalahan dapat direspons dengan tindakan nyata, bukan sekadar penyesalan.
Walaupun tidak dibenarkan soal bentrokan yang terjadi sesama pendukung Persijap Jepara apalagi sampai merusak fasilitas umum.
Kini ambulans yang sempat lumpuh bisa beroperasi. Layanan kepada masyarakat pun berjalan normal.
Di tengah panasnya kompetisi, momen ini menjadi catatan bahwa suporter tidak boleh arogan.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
