Persebaya Surabaya koleksi kartu merah terbanyak di Super League 2025/2026. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Tujuh kartu merah sudah dikoleksi Persebaya Surabaya hingga pekan ke-22 Super League 2025/2026. Jumlah itu membuat Green Force menjadi tim dengan kartu merah terbanyak musim ini bersama Persijap Jepara.
Dari 22 pertandingan yang dijalani, Persebaya Surabaya mencatat total tujuh kartu merah dengan rata-rata 0,32 per laga. Angka tersebut menempatkan mereka di posisi teratas daftar tim paling sering kehilangan pemain akibat kartu merah.
Persijap Jepara memiliki jumlah dan rata-rata yang sama. Di bawah keduanya, Persija Jakarta, Madura United FC, dan Arema FC masing-masing mengoleksi enam kartu merah dari 22 laga dengan rata-rata 0,27.
Baca Juga: Persebaya Surabaya Long Ball FC! Bonek Geram, Bernardo Tavares Didesak Ubah Arah Permainan
Catatan ini jelas bukan statistik yang membanggakan. Tujuh kartu merah berarti tujuh kali Persebaya Surabaya harus melanjutkan pertandingan dengan kekurangan pemain.
Teranyar, kartu merah kembali menghantam Persebaya Surabaya saat bertandang ke markas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Sabtu (21/2) malam. Dalam laga pekan ke-22 itu, Rachmat Irianto diusir wasit pada menit ke-85 setelah menarik pemain lawan.
Insiden tersebut menambah panjang daftar pelanggaran yang berujung kartu merah musim ini. Situasi makin terasa pahit karena Persebaya Surabaya juga harus menelan kekalahan 1-3 pada laga tersebut.
Koleksi tujuh kartu merah tak bisa dilepaskan dari persoalan konsistensi permainan. Dalam beberapa pertandingan, Persebaya Surabaya terlihat kehilangan kontrol saat menghadapi tekanan lawan.
Ketika organisasi permainan tak berjalan mulus, potensi pelanggaran meningkat. Emosi dan keputusan terlambat di lapangan kerap berujung hukuman dari wasit.
Pelatih Bernardo Tavares tidak menutup mata terhadap kondisi tersebut. Ia menilai timnya melakukan terlalu banyak kesalahan yang berdampak langsung pada hasil pertandingan.
"Saya akan jujur, kami melakukan cukup banyak kesalahan. (Persijap) berhasil memanfaatkan peluang yang kami berikan. Itu tidak normal bagi kami, terutama kebobolan dari situasi transisi setelah kami kehilangan bola. Kami juga kebobolan dari situasi bola mati dan tendangan bebas," kata Tavares.
Pernyataan itu menggambarkan akar persoalan yang lebih dalam dari sekadar kartu merah. Kesalahan elementer dan kurangnya antisipasi membuat tim berada dalam tekanan sepanjang laga.
Dalam dua pertandingan terakhir, Persebaya Surabaya bahkan kebobolan empat gol dari situasi set piece. Kondisi tersebut menunjukkan lemahnya fokus dan koordinasi di momen-momen krusial.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Rusia vs Nigeria: Tuan Rumah On Fire, Super Eagles Kehilangan Banyak Pemain
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Skor Belarusia vs Finlandia di UEFA Nations League: Huuhkajat Menang Tipis di Budapest
Alasan Ole Romeny Selebrasi Bawa Jersey Marselino saat Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022