
Bhayangkara FC ajari cara main pragmatis Persebaya Surabaya. (BFC)
JawaPos.com — Bhayangkara Presisi Lampung FC sukses mengajari Persebaya Surabaya cara bermain pragmatis di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat malam. Green Force dipaksa menyerah 1-2 pada pekan ke-21 BRI Super League 2025/26, sekaligus menghentikan rekor 13 laga tak terkalahkan di kandang sendiri.
Hasil ini terasa menyesakkan bagi Persebaya Surabaya yang tampil dominan sejak awal laga. Namun, efektivitas dan ketenangan Bhayangkara menjadi pembeda nyata sepanjang 90 menit pertandingan.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persebaya Surabaya langsung memegang kendali permainan. Peluang hadir di menit pertama lewat tendangan bebas Gali Freitas yang mampu ditepis kiper lawan.
Menit ke-8, Bhayangkara gantian mengancam gawang Persebaya Surabaya. Sepakan Moussa Sidibe tepat ke gawang berhasil dihalau Andhika Ramadhani.
Kedua tim kemudian terlibat jual beli serangan dengan tempo cukup tinggi. Hingga menit 20, skor masih sama kuat 0-0 meski intensitas laga terus meningkat.
Petaka bagi tuan rumah datang pada menit ke-25 saat Privat Mbarga mencetak gol pembuka. Tandukan tajamnya memanfaatkan tendangan bebas Moussa Sidibe mengubah skor menjadi 0-1 untuk keunggulan tim tamu.
Gol itu seperti menyengat semangat Persebaya Surabaya untuk segera membalas.
Menit ke-30, Rachmat Irianto mengancam lewat sundulan usai menerima umpan situasi bola mati dari Francisco Rivera, tetapi bola gagal menemui sasaran.
Bhayangkara tak sekadar bertahan dan menunggu. Menit ke-40, sepakan pojok Sidibe sempat membuat jantung publik GBT berdegup, meski lini belakang Persebaya Surabaya sigap mengamankan situasi.
Empat menit berselang, Milos Raickovic mendapatkan peluang emas dari luar kotak penalti tanpa pengawalan. Sepakan kerasnya melebar tipis di sisi gawang dan membuat peluang penyama kedudukan kembali sirna.
Alih-alih menyamakan skor, Persebaya Surabaya justru kembali kebobolan jelang turun minum. Menit 45+2, Sidibe mencetak gol kedua usai memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Green Force sehingga babak pertama berakhir 0-2.
Memasuki babak kedua, pelatih Bernardo Tavares mencoba mengubah dinamika permainan. Catur Pamungkas dimasukkan menggantikan Koko Ari pada menit ke-45 untuk menambah daya dobrak serangan.
Sepuluh menit awal babak kedua menjadi milik Persebaya Surabaya sepenuhnya.
Bruno Moreira dan kolega menggempur pertahanan Bhayangkara, tetapi rapatnya organisasi lini belakang tim tamu membuat peluang selalu kandas.
Menit ke-52, Catur mencoba peruntungan lewat sepakan salto yang mengundang decak kagum. Namun, bola masih belum menemui sasaran dan tekanan Persebaya Surabaya belum membuahkan hasil konkret.

Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Viral Investor MBG Ngamuk di Kantor BGN, APGI 3T Sebut Aksi Spontan Atas Potensi Kerugian Rp 1,8 Triliun
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
