
Persebaya Surabaya berhasil memperbaiki rekor tandang saat main di Stadion Kapten I Wayan Dipta. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com - Sebuah perkataan pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menjadi ikonik jelang menghadapi Bali United, yaitu ia ingin mengakhiri rekor buruk Green Force saat bertandang ke markas Serdadu Tridatu.
Tavares bertekad ingin mengubah sejarah kelam Persebaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta yang selalu meraih hasil negatif dalam beberapa tahun terakhir.
“Saya tahu pertandingan terakhir Persebaya di sini selalu berakhir dengan kekalahan. Kami berharap bisa mengubah sejarah. Untuk itu, kami harus memainkan pertandingan yang sangat bagus,” ujar Tavares sebelum pertandingan, seperti dikutip dari laman resmi klub.
Janji tersebut akhirnya benar-benar diwujudkan pelatih asal Portugal itu. Lebih spesialnya, Persebaya tak hanya meraih kemenangan dengan skor tipis, tetapi dengan margin gol yang cukup mutlak, yaitu berakhir dengan kemenangan 3-1!
Baca Juga: Francisco Rivera Puji Dahsyatnya Kombinasi Pemain Muda dan Senior Persebaya, Kalahkan Bruno Moreira!
Padahal, Green Force dalam kondisi pincang, misalnya tidak bisa diperkuat sang kapten Bruno Moreira dan gelandang jangkar asal Balkan, Milos Raickovic, serta sejumlah pemain yang belum terlalu pulih.
Maka dari itu, tak heran jika coach Tavares menilai kemenangan ini diwujudkan lewat pengorbanan dan kerja keras serta mentalitas yang kuat dari para pemain Persebaya malam itu.
“Kunci kemenangannya adalah para pemain merespons situasi sulit dengan pengorbanan dan mental yang kuat," tegas Tavares seperti dikutip dari laman resmi klub.
Mantan pelatih PSM Makassar itu juga menilai bahwa dalam situasi sulit, ia bisa melihat siapa saja pemain yang benar-benar punya karakter dan mentalitas bertanding yang kuat.
"Dalam situasi sulit, kita bisa melihat siapa yang benar-benar memiliki karakter. Mereka tampil dengan penuh dedikasi, mengikuti instruksi, dan membuat perbedaan,” imbuhnya.
Baca Juga: Bruno Paraiba Main Lawan Bhayangkara FC? Mihailo Perovic Siap Bikin Gol Bersama Persebaya Surabaya
Tak hanya masalah kebugaran, kerja keras, dan rela berkorban dari para pemain juga ditunjukkan dengan mampu bermain dalam posisi yang bukan aslinya sebagaimana mereka biasa bermain.
“Sepanjang pertandingan, kami menghadapi banyak masalah dengan pemain yang cedera, sehingga harus memainkan pemain di posisi yang berbeda, bahkan beberapa di antaranya belum pernah berlatih di posisi tersebut,” terangnya lagi.
Uniknya, meski Stadion Kapten I Wayan Dipta terdengar bising karena sorak sorai pendukung Bali United, namun Tavares malah menilai bahwa hal tersebut turut membakar semangat pemain Persebaya.
“Saya pikir atmosfer di stadion hari ini sangat luar biasa. Ada sesuatu yang sangat spesial yang bisa saya rasakan malam ini," pungkasnya.
Persebaya tak bisa terlalu berlarut-larut dalam kemenangan fantastis ini karena pekan depan, tepatnya Sabtu (14/2), mereka sudah ditunggu tim yang ditangani sang mantan pelatih, Paul Munster, di Stadion Gelora Bung Tomo.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
