Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 8 Februari 2026 | 14.52 WIB

Pertahanan Bali United Bapuk! 3 Fakta Kekalahan Memalukan Serdadu Tridatu dari Persebaya Surabaya

Bali United harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya di Gianyar. (Bali United) - Image

Bali United harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya di Gianyar. (Bali United)

JawaPos.com–Pertahanan Bali United benar-benar jadi sorotan tajam saat Serdadu Tridatu dipermalukan Persebaya Surabaya di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Bermain di kandang sendiri, Bali United tumbang dengan skor telak 1-3 pada pekan ke-20 Super League 2025/2026, Sabtu (7/2) malam.

Kekalahan ini terasa makin menyakitkan karena Persebaya Surabaya sebelumnya tak pernah menang di Gianyar sejak 2018. Namun rekor itu runtuh seiring rapuhnya lini belakang Bali United yang gagal meredam agresivitas Green Force.

Sejak menit awal, Bali United sebenarnya tampil penuh determinasi demi meraih poin penuh di hadapan pendukung sendiri. Sayangnya, intensitas tinggi tersebut justru menjadi bumerang ketika transisi bertahan mereka kerap terlambat.

Gol pembuka Persebaya Surabaya lahir pada menit ke-26 melalui sepakan Mihailo Perovic yang tak mampu diantisipasi kiper Mike Hauptmeijer. Gol ini menjadi sinyal awal buruknya koordinasi lini belakang Serdadu Tridatu sepanjang laga.

Memasuki babak kedua, dominasi Persebaya Surabaya semakin kentara melalui skema serangan balik cepat. Pada menit ke-69, Alfan Suaib sukses menggandakan keunggulan setelah memanfaatkan umpan matang Francisco Rivera.

Petaka bagi Bali United belum berhenti sampai di situ. Empat menit berselang, sundulan Risto Mitrevski di menit ke-73 kembali merobek jala tuan rumah dan membuat skor melebar menjadi 3-0.

Bali United baru mampu mencetak gol hiburan pada menit ke-88 lewat aksi Jordy Bruijn. Gol tersebut tak cukup mengubah nasib Serdadu Tridatu yang harus menerima kekalahan pahit di kandang sendiri.

Buruknya Koordinasi Pertahanan

Dari jalannya pertandingan, pertahanan Bali United tampak paling bertanggung jawab atas hasil mengecewakan ini. Absennya sejumlah pilar belakang akibat cedera dan akumulasi kartu membuat koordinasi lini pertahanan terlihat kacau.

Situasi ini dimanfaatkan dengan sangat baik oleh Persebaya Surabaya yang piawai membaca ruang. Bali United pun tercatat sudah kebobolan sembilan gol dalam tiga laga terakhir, sebuah catatan yang mengkhawatirkan.

Buruknya Transisi Permainan

Masalah kedua terletak pada lemahnya antisipasi transisi bertahan Bali United. Skema high press yang diterapkan demi mengejar kemenangan justru membuka banyak celah di area pertahanan sendiri.

Ketika serangan Bali United patah, para pemain tengah dan belakang kerap terlambat melakukan track back. Persebaya Surabaya dengan mudah mengeksploitasi ruang kosong melalui kecepatan Alfan Suaib dan Gali Freitas.

Buruknya Efektivitas Serangan

Fakta ketiga yang tak kalah krusial adalah buruknya efektivitas penyelesaian akhir Bali United. Sejumlah peluang emas sebenarnya tercipta lewat Mirza Mustafic dan Teppei Yachida sepanjang pertandingan.

Peluang-peluang tersebut gagal berbuah gol akibat penyelesaian yang kurang tenang. Penampilan solid Ernando Ari di bawah mistar Persebaya Surabaya juga menjadi tembok kokoh yang sulit ditembus.

Kekalahan ini membuat posisi Bali United tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara. Serdadu Tridatu kini mengoleksi 28 poin dan belum meraih kemenangan dalam tiga laga terakhir.

Sebaliknya, Persebaya Surabaya justru mendapat suntikan moral besar. Tambahan tiga poin membawa Green Force merangsek naik ke posisi ke-5 klasemen dengan koleksi 35 poin.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore