
Riyan Ardiansyah jadi incaran baru Persebaya Surabaya. (Instagram @ardiansyahriyan17)
JawaPos.com–Riyan Ardiansyah kembali jadi sorotan tajam di penghujung bursa transfer Super League 2025/2026. Warisan Yoyok Sukawi itu diburu Persebaya Surabaya tepat di deadline day dengan nilai pasar mencapai Rp 1,74 miliar, memantik rasa penasaran Bonek dan Bonita.
Bursa transfer Persebaya Surabaya memang belum sepenuhnya sunyi meski waktu terus menipis. Pada Selasa (3/2), kabar kedatangan Riyan Ardiansyah dari Malut United mencuat ke permukaan dan langsung menyedot perhatian publik sepak bola nasional.
Informasi tersebut pertama kali diungkapkan akun @emosijiwakucom yang dikenal aktif memantau dinamika transfer Persebaya Surabaya. Dalam unggahannya, akun itu menuliskan, “Selamat datang Riyan Ardiansyah ????” lengkap dengan biodata singkat sang pemain.
Dalam biodata tersebut, Riyan Ardiansyah disebut berposisi sebagai sayap kanan dengan tinggi badan 1,74 meter dan usia 29 tahun. Detail sederhana itu langsung memicu diskusi karena Persebaya Surabaya memang sedang mencari pemain sayap yang matang secara usia dan pengalaman.
Profil lengkap Riyan Ardiansyah menunjukkan perjalanan karir yang tidak singkat dan sarat pengalaman. Dia lahir di Pati, Indonesia, pada 14 Mei 1996 dan kini memegang kewarganegaraan Indonesia.
Riyan dikenal sebagai pemain menyerang dengan posisi utama right winger. Selain itu, dia juga fleksibel karena bisa bermain sebagai left winger dan bahkan right back bila dibutuhkan pelatih.
Kaki dominan Riyan adalah kanan, sesuai dengan perannya di sisi sayap. Dari sisi non-teknis, dia berada di bawah naungan agen pemain HRA yang mengelola karir profesionalnya.
Saat ini, Riyan Ardiansyah tercatat sebagai pemain Malut United FC. Dia resmi bergabung dengan klub tersebut pada 23 Juli 2025, meski detail kontraknya tidak dipublikasikan secara terbuka.
Nilai pasar Riyan Ardiansyah berada di angka Rp 1,74 miliar. Angka tersebut mencerminkan kombinasi pengalaman, fleksibilitas posisi, serta konsistensi performanya di level kompetisi nasional.
Sepanjang karir profesionalnya, Riyan telah mencatatkan 124 penampilan di berbagai ajang. Dari jumlah itu, dia menyumbang 12 gol dan 6 assist, statistik yang cukup solid untuk pemain sayap.
Kontribusinya tidak hanya terlihat dari gol dan assist. Riyan juga dikenal sebagai pemain pekerja keras, tercermin dari total menit bermain yang mencapai 6.205 menit.
Dalam aspek disiplin, Riyan mengoleksi 17 kartu kuning, satu kartu kuning kedua, dan satu kartu merah. Catatan tersebut menunjukkan gaya bermain agresif namun masih dalam batas kompetitif.
Nama Riyan Ardiansyah bukan sosok asing bagi penggemar sepak bola Jawa Tengah. Dia sempat membela PSIS Semarang sebelum akhirnya melanjutkan karier bersama Malut United.
Lebih dari itu, Riyan merupakan bagian dari skuad PSIM Semarang di era kepemimpinan Yoyok Sukawi. Pada periode tersebut, ia tumbuh bersama sejumlah pemain yang kini menjadi nama penting di Super League.
Salah satu rekan seperjuangannya adalah Gali Freitas. Menariknya, Gali Freitas sudah lebih dulu merapat ke Persebaya Surabaya, membuka peluang reuni dengan Riyan di Surabaya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
