
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares saat mendampingi timnya menghadapi Dewa United. (Istimewa)
JawaPos.com–Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares mengaku kecewa dengan kegagalan timnya meraih kemenangan saat menjamu Dewa United. Padahal tim tamu hanya bermain dengan 10 orang sejak babak pertama!
Persebaya mencetak gol lebih dahulu lewat Francisco Rivera pada menit 22. Namun, Dewa United menyamakan kedudukan lewat Kafiatur tujuh menit berselang.
Nick Kuipers mendapat kartu merah beberapa menit kemudian. Dengan keunggulan jumlah pemain sejak pertengahan akhir babak pertama, Persebaya seharusnya bisa memanfaatkan keunggulan jumlah skuad dengan menambah dua gol atau lebih. Namun hingga laga usai, mereka tidak bisa menambah gol lagi.
Bernardo Tavares sangat kecewa. Dia pun meminta skuadnya lebih bekerja keras di laga-laga selanjutnya, agar peluang menembus empat besar tetap terjaga.
”Kami hanya meraih satu poin dan kehilangan dua poin di rumah. Ini artinya kami harus bekerja lebih keras lagi,” kata Tavares seperti dikutip dari Antara.
Yang lebih bikin kecewa, dengan keunggulan jumlah pemain, Green Force justru kalah efektif daripada Dewa United. Hal ini terlihat dari statistik yang dirilis Liga 1 Match.
Pada big match tersebut, Persebaya hanya mencatatkan 43 persen ball possession. Kalah dibandingkan Dewa United yang menguasai 57 persen penguasaan bola.
Tak hanya itu, efektivitas serangan ke jantung pertahanan juga tidak berbeda jauh antara kedua tim. Persebaya memang mencatatkan 11 tembakan secara keseluruhan, namun hanya dua yang mengarah ke gawang!
Sama dengan perolehan shoot on goal Banten Warrior, hanya saja Alex Martins CS melepaskan empat tembakan. Hal itu wajar karena mereka hanya bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.
Dewa United juga unggul dari aspek akurasi passing, dimana mereka mencatatkan persentase 86 persen, sedangkan Bruno Moreira CS mencatatkan 76 persen.
Tavares menilai tim asuhannya kurang pintar dalam melakukan aliran bola yang efektif sehingga permainan skuadnya malah menjadi lambat dan kesulitan membongkar pertahanan Dewa United.
”Meski unggul jumlah pemain, kami tidak cukup pintar memindahkan bola dengan cepat. Sekarang kita bisa mengirim email lebih cepat, tetapi pemain justru berlari membawa bola seperti tukang pos,” tukas Bernardo Tavares.
Hasil seri ini, Persebaya masih tertahan di peringkat lima klasemen sementara Super League dengan mengumpulkan 32 poin, atau berselisih 12 poin dari pemuncak klasemen, Persib Bandung.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
