
Pedro Matos berpotensi jadi playmaker andal dan gacor di Persebaya Surabaya. (Dok. Persebaya Surabaya)
JawaPos.com - Ngerinya performa Pedro Matos, nama gelandang asal Portugal itu kini menjadi pusat perhatian setelah santer dikabarkan segera bergabung dengan Persebaya Surabaya. Ia diproyeksikan sebagai pelapis playmaker Green Force sekaligus gelandang serang paling gacor di putaran pertama Super League 2025/2026.
Persebaya Surabaya disebut tinggal menunggu waktu untuk mengumumkan kedatangan Pedro Matos dari Semen Padang. Kehadirannya diyakini membawa pengaruh besar, baik dari sisi taktik permainan maupun dinamika komposisi pemain asing.
Pedro Matos dikenal sebagai gelandang pengatur tempo dengan visi bermain yang matang. Ia piawai mendistribusikan bola dan cerdas membaca celah di lini pertahanan lawan.
Nama lengkapnya Pedro Ricardo Rodrigues de Matos dan lahir di Vila Nova de Gaia, Portugal, pada 11 Mei 1998. Di usia 27 tahun, ia berada pada fase matang sebagai gelandang serang modern.
Pedro memiliki tinggi 1,75 meter dengan kaki dominan kanan. Posisi utamanya gelandang serang, namun ia juga mampu bermain sebagai gelandang tengah dan sayap kanan.
Nilai pasar Pedro Matos saat ini berada di kisaran Rp2,17 miliar. Angka tersebut mencerminkan konsistensi performanya bersama Semen Padang pada paruh pertama musim.
Pada putaran pertama Super League 2025/2026, Pedro tampil dalam 15 pertandingan bersama Semen Padang. Ia mencatatkan 1 gol, 4 assist, dua kartu kuning, dan total menit bermain mencapai 1.144 menit.
Statistik itu menempatkan Pedro sebagai salah satu gelandang serang paling produktif. Perannya bahkan disebut-sebut mirip dengan Francisco Rivera yang kini menjadi andalan Persebaya Surabaya.
Keunggulan Pedro terletak pada fleksibilitas posisinya. Selain mengatur serangan dari tengah, ia bisa digeser ke sisi kanan untuk membuka ruang dan variasi serangan.
Menariknya, Pedro tercatat sebagai gelandang serang paling gacor di putaran pertama Super League. Ia unggul dalam kontribusi gol dan assist dibanding nama-nama lain di posisi serupa.
Pedro Matos membukukan 1 gol dan 3 assist bersama Semen Padang. Catatan itu melampaui Eber Bessa dari Persita Tangerang yang mencetak 3 gol tanpa assist.
Witan Sulaeman dari Persija Jakarta berada di bawahnya dengan 1 gol dan 2 assist. Sementara Filipe Chaby dan Willian Marcilio mencatat kontribusi yang lebih minim sebelum hengkang dari klub masing-masing.
Pelatih Persebaya Surabaya Bernardo Tavares menilai Pedro bisa memberi dimensi baru dalam permainan tim. Ia dianggap mampu memperkuat transisi dari fase bertahan ke menyerang.
Pedro juga diharapkan menambah kekuatan di lini tengah Green Force. Dukungan terhadap lini depan diyakini lebih terjamin dengan karakter bermainnya.

Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Analisis Prediksi Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Kans Besar Three Lions Lolos ke Semifinal!
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
Tak Singgung Pengunduran Diri, Ini 6 Poin Pernyataan Jampidsus Febrie Adriansyah Usai Rumahnya Digeledah Polisi
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: Tembok Tebal La Roja Bakal Sulitkan Setan Merah!
Rekor 12 Pertemuan Norwegia vs Inggris: Three Lions Superior, Mampukah Erling Haaland Cs Mematahkan Dominasi?
Sepak Bola Indonesia Berduka, Tokoh Suporter Persebaya Surabaya Andie Peci Meninggal Dunia
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
