
Gustavo Fernandes, bek tengah baru milik Persebaya, siap memperkuat jantung pertahanan Green Force. (IG Persebaya)
JawaPos.com-Gustavo Fernandes menjadi pemain ketiga yang direkrut Bernardo Tavares sebagai pelatih baru Persebaya Surabaya. Sebelumnya, Persebaya telah mengamankan jasa Bruno Paraiba dan Jefferson Silva.
Persebaya merupakan klub Indonesia pertama Gustavo Fernandes. Sebelumnya, dia lebih banyak menghabiskan karir sepak bola profesional di Liga Portugal.
Pelatih Persebaya Bernardo Tavares pun memberikan alasan mengapa merekrut Gustavo Fernandes meski sang pemain belum punya pengalaman bermain di Indonesia, bahkan Asia Tenggara.
Menurut Tavares, Persebaya membutuhkan pemain berpostur tinggi terutama di area pertahanan untuk mengantisipasi bola-bola mati.
“Kami tidak memiliki terlalu banyak pemain bertubuh tinggi. Inilah sebabnya kami sering kebobolan dari bola mati. Karena itu, keseimbangan dalam skuad menjadi sangat penting,” ungkap Bernardo Tavares seperti dikutip dari Radar Surabaya.
Mantan pelatih PSM Makassar itu menambahkan, banyak gol tercipta dari situasi bola mati. Sehingga pemain bertubuh tinggi dan punya kecepatan akan menjadi kunci keberhasilan Green Force di Super League.
“Di Indonesia, banyak gol tercipta dari bola mati. Kami butuh pemain tinggi untuk duel udara dan bertahan, serta pemain cepat untuk membangun serangan,” tambah dia.
Gustavo Fernandes dinilai memiliki kelebihan tersebut. Sebagai pemain berposisi bek tengah, dia memiliki postur tubuh yang cukup tinggi, yaitu 195 cm. Dengan adaptasi dan menit bermain yang cukup, dia bisa menjadi benteng andalan di sektor pertahanan Persebaya.
Pemain berusia 26 tahun tersebut didapat Persebaya secara gratis karena kontraknya dengan klub asal Portugal, Penafiel. Mengutip dari Transfermarkt, selama di klub tersebut, dia bermain sebanyak 29 kali sejak musim 2024/2025.
Dia menyumbang satu assist dan tidak pernah mencetak. Sebagai seorang palang pintu pertahanan, dia cukup baik dalam mengendalikan emosi. Dia hanya mendapat tiga kartu kuning dan satu kartu merah.
Dengan track record yang relatif bersih dari kartu tersebut, dia bisa menjadi bek tengah andalan Green Force yang jarang absen karena hukuman akumulasi kartu kuning maupun merah.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
