
Pemain asing Persebaya Surabaya, Diego Mauricio. (Istimewa)
JawaPos.com - Diego Mauricio memang tak setajam striker Persebaya Surabaya sebelumnya, seperti David da Silva yang kini masih moncer bersama Malut United musim ini. Namun, keberadaan Bernardo Tavares dipercaya bisa mendongkrak performa striker asal Brasil berusia 34 tahun itu.
Hingga pekan ke-15 Super League musim ini, performa Mauricio belum sesuai harapan Bonek maupun Bonita. Dia belum mencetak gol dari lima penampilan bersama Green Force musim ini. Catatan kurang mengesankan itu jelas menjadi kekecewaan. Bukan saja di hati suporter, tapi juga di benak Mauricio yang tak kunjung mencetak gol.
Namun, jangan sepenuhnya menyalahkan Mauricio. Dia pastinya ingin memberikan sumbangsih terbesar bagi Persebaya, termasuk mencetak gol di setiap kesempatan bermain. Sayangnya, dewi fortuna belum berpihak.
Karena itu, dukungan total diperlukan agar mantan striker Odisha FC itu segera mewujudkan mimpi Bonek dan Bonita, yakni melihatnya melakukan selebrasi gol di lapangan bersama Green Force.
Nah, harapan itu bisa saja terjadi di bawah kepimpinan Tavares. Pelatih asal Portugal itu dapat meningkatkan performanya lebih tajam dan klinis di depan gawang lawan.
Tavares kemungkinan besar masih ingin melihat ketajaman Mauricio, apalagi dirinya pernah tercatat sebagai predator ulung saat mentas di Liga India sebelumnya.
Dia pernah mencetak total 44 gol bersama Odisha FC selama empat musim, dan catatan inilah yang ingin coba digali Tavares sebagai nakhoda anyar Persebaya.
Apalagi, waktu alias kesempatan bermain Mauricio bersama Persebaya makin membaik di setiap kesempatan. Dia pertama kali membela Persebaya saat kalah dari Persija Jakarta 1-3 pada 18 Oktober 2025. Dia saat itu bermain selama 21 menit.
Setelah itu, dirinya mendekam di bangku cadangan dalam dua laga Persebaya saat menghadapi PSBS Biak, dan Persis Solo, serta tak masuk skuad saat Persebaya sowan ke kandang Persik Kediri.
Mauricio kembali dimainkan saat Persebaya menghadapi Arema FC dengan hasil akhir 1-1, di mana dirinya hanya bermain selama 15 menit.
Dan, dirinya hanya bermain selama satu menit saat Persebaya menghadapi PSM Makassar. Waktu bermainnya lebih banyak saat menghadapi Borneo FC (69 menit), dan Persijap Jepara (61 menit).
Terlepas dari kesempatan minim serta belum mencetak gol, Tavares pastinya mengetahui strategi jitu untuk meningkatkan performa seluruh pemain Persebaya, termasuk Mauricio.
Dia memang masih harus bersaing dengan striker Persebaya lainnya, seperti Mihailo Perovic yang mencetak satu dari empat gol Green Force ke gawang Persijap Jepara.
Namun, dengan kepercayaan yang diberikan dari staf pelatih, rekan seperjuangan, hingga suporter. Kini, tinggal waktu yang bisa menjawab apakah Mauricio akan menjawab keraguan tersebut.
Odisha FC 2020/2021 12 gol (20 laga)

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
