Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Desember 2025 | 19.01 WIB

6 Fakta Persebaya Surabaya vs Borneo FC! Laga Hidup-Mati di GBT, Siapa Bangkit dari Tekanan?

Pelatih kepala Borneo FC Samarinda Fabio Lefundes. (M Risyal Hidayat/Antara) - Image

Pelatih kepala Borneo FC Samarinda Fabio Lefundes. (M Risyal Hidayat/Antara)

JawaPos.com — Enam fakta Persebaya Surabaya vs Borneo FC menjadi sorotan utama jelang pekan ke-15 Super League 2025/2026 karena kedua tim sama-sama tertekan dan dituntut mengakhiri tren negatif. Laga di Stadion Gelora Bung Tomo pada 20 Desember berubah menjadi pertarungan krusial yang bisa menentukan arah musim, terutama bagi tuan rumah yang mulai gelisah.

Persebaya Surabaya datang dengan beban berat setelah hanya meraih empat hasil imbang beruntun dengan skor identik 1-1.

Produktivitas yang mandek membuat Green Force kini hanya berjarak 10 poin dari zona degradasi, situasi yang jauh dari kata aman.

Tekanan itu semakin terasa karena Persebaya harus menghadapi pemuncak klasemen Borneo FC dalam kondisi pincang.

Momentum kompetisi yang memasuki fase krusial justru berbanding terbalik dengan performa tim yang terus menurun.

Persebaya Pincang

Fakta pertama yang paling mencolok terlihat dari absennya dua pilar utama Persebaya di lini serang.

Bruno Moreira dan Francisco Rivera dipastikan menepi, membuat daya gedor tim turun drastis saat kebutuhan mencetak gol justru sangat tinggi.

Bruno Moreira absen karena akumulasi kartu kuning setelah mencatat 5 gol dan 5 assist dari 13 laga. Kehilangan kapten tim ini bukan hanya mengurangi ancaman di depan gawang lawan, tetapi juga menggerus kepemimpinan di lapangan.

Francisco Rivera juga belum bisa tampil akibat hukuman kartu merah meski sudah mengoleksi 3 gol dan 3 assist dari 10 pertandingan.

Perannya sebagai penghubung lini tengah dan depan sulit tergantikan, terutama dalam situasi permainan ketat.

Persebaya Tanpa Pelatih Kepala

Fakta kedua datang dari situasi di pinggir lapangan yang belum stabil. Persebaya kini ditangani caretaker Uston Nawawi setelah Eduardo Perez didepak, membuat persiapan tak berjalan ideal.

Uston harus meracik strategi darurat dengan skuad terbatas sambil menjaga keseimbangan permainan.

Tantangannya berlapis, mulai dari menemukan komposisi lini tengah hingga memastikan transisi tetap rapi menghadapi tim terkuat liga.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore