Ian Puleio jadi motor serangan Arema FC di Super League 2025/2026. (I.League)
JawaPos.com — Arema FC kembali menunjukkan taringnya di laga tandang setelah memaksa Malut United bermain imbang 1-1 pada pekan ke-14 Super League 2025/2026. Hasil ini tidak hanya menjaga tren positif Singo Edan di markas lawan, tetapi juga membuka rahasia mengapa tim asuhan Marcos Santos tampil begitu gacor saat jauh dari Malang.
Marcos Santos memberi pujian setinggi langit kepada para pemainnya yang tetap tampil solid meski diterpa krisis pemain.
Ia menegaskan timnya menunjukkan mentalitas luar biasa, sesuatu yang menurutnya menjadi modal terbesar Arema FC di laga tandang.
Di balik performa tersebut, muncul kisah menarik dari winger asing Ian Puleio yang akhirnya mencetak gol perdananya musim ini. Padahal sebelumnya ia menjadi sasaran kritik publik karena dinilai belum memberi kontribusi signifikan.
Ian mengakui tekanan itu tidak mudah, tetapi ia memilih menjawabnya melalui kerja keras di lapangan setiap hari. “Saya selalu bekerja keras sampai menit akhir, sehingga saya senang bisa mendapatkan gol pertama di kompetisi ini,” ujarnya.
Gol perdananya itu lahir dalam momen krusial ketika Arema FC menghadapi tekanan besar di markas Malut United. Ian mengaku sangat bahagia dan menyebut gol tersebut sebagai titik balik yang ia butuhkan untuk bangkit.
“Saya senang sekali karena bisa membantu tim lebih banyak,” lanjut pemain asal Argentina itu. Ia berharap kontribusinya bisa semakin meningkat seiring berjalannya kompetisi.
Pujian dari sang pelatih pun datang setelah penampilan impresif Ian di laga tersebut. “Saya mengapresiasi Ian Puleio yang selalu kerja keras di lapangan,” kata Marcos Santos dengan nada puas.
Menurut Marcos, Ian menunjukkan karakter pemain yang tidak mudah menyerah meski mendapat kritikan keras. Ia menilai mentalitas seperti itu menjadi contoh penting bagi pemain lain di tengah situasi sulit tim.
Arema FC memang menghadapi pertandingan tersebut dengan kondisi skuat yang compang-camping akibat krisis pemain.
Marcos bangga karena para pemainnya tetap tampil disiplin dan mampu membawa pulang satu poin berharga.
Mentalitas kuat inilah yang menjadi alasan Arema FC tampak lebih percaya diri saat bertanding jauh dari Kanjuruhan. Mereka bermain lebih efektif, lebih berani menekan, dan terlihat lebih tenang dalam mengelola pertandingan.
Sebaliknya inkonsistensi masih terlihat ketika Singo Edan tampil di hadapan pendukung sendiri. Mereka beberapa kali kehilangan poin penuh di kandang, situasi yang membuat posisi di klasemen belum beranjak signifikan.
Saat ini Johan Alfarizi dan kolega menempati peringkat ke-10 dengan koleksi 17 poin. Catatan 4 kemenangan, 5 seri, dan 4 kekalahan menjadi gambaran perjalanan yang masih naik turun bagi Arema FC.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
