
Shin Sang-gyu ajari cara passing pemain muda Persebaya Surabaya. (Persebaya Surabaya)
JawaPos.com—Di sesi latihan Persebaya Surabaya jelang menghadapi PSM Makassar, Shin Sang-gyu turun langsung mengajari para pemain muda melakukan passing yang benar.
Momen itu menarik perhatian karena para talenta muda Green Force kembali mendalami dasar permainan yang wajib dikuasai setiap pesepak bola. Shin yang pernah jadi asisten Shin Tae-yong tidak hanya memberi instruksi umum, tetapi membetulkan detail gerakan mulai dari posisi badan, kualitas sentuhan, hingga akurasi arah bola.
Para pemain mengikuti arahannya dengan serius sambil berulang kali mencoba meniru contoh yang diberikan. “Apakah kalian paham? Ayo ulangi lagi,” tegas Shin Sang-gyu.
Kehadiran Shin sebagai pelatih fisik asal Korea Selatan memberi warna baru dalam proses pembinaan teknis Persebaya Surabaya. Dia dikenal teliti dan kerap menghentikan latihan hanya untuk meluruskan cara pemain melepaskan bola.
Pendekatan tersebut terlihat penting karena Persebaya Surabaya musim ini masih berupaya menstabilkan aliran permainan. Dari 3.708 umpan yang dilepaskan, hanya 2.923 yang akurat sehingga akurasi 79 persen masih perlu ditingkatkan agar permainan lebih efektif.
Umpan silang tercatat 146 kali dan umpan terobosan 70 kali, menunjukkan variasi serangan yang sesungguhnya sudah cukup kaya. Namun, efektivitasnya belum maksimal karena kualitas eksekusi masih naik turun di lapangan.
Persebaya Surabaya membukukan 119 umpan kepala yang memperlihatkan upaya mengembangkan serangan dari berbagai bentuk. Kualitas dasarnya tetap perlu ditopang akurasi passing agar pola tersebut menghasilkan peluang lebih matang.
Karena itulah Shin memutuskan untuk membawa para pemain muda kembali ke fundamental yang sering dianggap sepele. Dia mengajarkan bagaimana sentuhan pertama menentukan kecepatan permainan dan bagaimana umpan tepat bisa membuka ruang serangan.
Para pemain muda merespons positif karena bisa belajar langsung dari pelatih yang memiliki latar belakang kerja disiplin khas Korea Selatan. Mereka tampak lebih percaya diri setelah menerima koreksi detail dari Shin.
Di sisi lain, Persebaya Surabaya sedang berada dalam situasi yang menuntut perubahan setelah tiga hasil imbang beruntun. Mereka hanya mengoleksi tiga poin dari laga melawan Persik Kediri, Arema FC, dan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Uston Nawawi sebagai caretaker memahami kondisi tersebut dan mempercepat proses pembenahan. Dia ingin pemain kembali tampil agresif dan percaya diri sejak menit pertama.
Dalam kesempatan terpisah, Uston menegaskan motivasi timnya jelang laga tunda pekan ke-4 Super League 2025/2026 di Parepare. Persebaya Surabaya tidak ingin kembali kehilangan angka.
“Kita tentunya akan mempersiapkan diri dan berjuang sekeras mungkin agar bisa mendapatkan poin di PSM,” kata Uston.
Uston meminta para pemain menjaga fokus mengingat PSM di bawah pelatih baru Tomas Trucha sedang berada di puncak performa.
PSM meraih tiga kemenangan beruntun dan tampil lebih agresif sejak kedatangan Trucha. Perubahan itu membuat Persebaya Surabaya harus lebih disiplin terutama dalam distribusi bola yang menjadi dasar ritme permainan.

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
