Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 November 2025 | 21.28 WIB

Dipecundangi Dewa United, Carlos Pena Sebut Persita Tangerang Harus Berbenah Soal Akurasi Penyelesaian Akhir

Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena. (Istimewa)

JawaPos.com - Persita Tangerang harus pulang dengan tangan hampa setelah takluk 0-1 dari tuan rumah Dewa United pada pekan ke-14 BRI Super League 2025/26 di Banten International Stadium, Sabtu (29/11) sore.

Kekalahan ini meninggalkan catatan khusus bagi pelatih Carlos Pena, terutama soal akurasi penyelesaian akhir timnya di sepertiga lapangan lawan.

Pendekar Cisadane sebenarnya tampil cukup agresif dan menciptakan banyak peluang.

Data pertandingan menunjukkan Persita melepaskan 21 percobaan tendangan, namun hanya tiga yang benar-benar mengarah ke gawang. Minimnya efektivitas inilah yang menjadi sorotan utama sang pelatih.

“Tentu kami kecewa dengan kekalahan ini. Kami terus mencoba dan di babak pertama saya pikir kami lebih baik daripada mereka,” ujar Pena dalam sesi jumpa pers usai pertandingan dikutip dari website persitafc.com.

“Pertandingan berjalan seperti yang kami harapkan, tapi kami kekurangan penyelesaian akhir di kotak penalti.”

Selain buruknya akurasi, Persita juga gagal memaksimalkan situasi bola mati. Beberapa kali mendapatkan peluang dari tendangan sudut, namun tidak ada yang mampu berbuah gol.

Pena menilai momentum-momentum seperti itu seharusnya bisa dimanfaatkan lebih baik.

“Kami memiliki banyak tendangan sudut dan tak bisa mendapat keuntungan dari itu. Di akhir babak pertama, penalti itu datang dan mengubah permainan,” lanjutnya.

Penalti yang dimaksud diberikan wasit setelah bola dianggap mengenai tangan Mario Jardel di kotak terlarang.

Pena menegaskan dirinya tidak memiliki pendapat berbeda terkait keputusan wasit yang langsung menunjuk titik putih tanpa mengecek VAR.

Memasuki babak kedua, upaya Persita untuk mengejar ketertinggalan semakin sulit. Penyebabnya, menurut Pena, banyak momen terhentinya permainan akibat pemain yang tersungkur, sehingga ritme timnya terputus-putus.

“Kami mencoba terus, tapi sangat sulit. Pertandingan berjalan 10 atau 20 menit dan terhenti karena pemain jatuh di lapangan,” keluhnya.

Pena juga telah melakukan berbagai perubahan, termasuk memasukkan tambahan pemain depan untuk meningkatkan tekanan di area pertahanan lawan.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore