
Bernardo Tavares dapat restu Bonek latih Persebaya Surabaya. (PSM Makassar)
JawaPos.com-Bernardo Tavares santer dikaitkan untuk menjadi pelatih baru Persebaya Surabaya. Juru taktik asal Portugal itu dikenal punya strategi dan gaya bermain yang khas dan berkualitas. Sehingga dianggap jadi sosok yang tepat menangani Green Force.
Nama Bernardo Tavares kencang diisukan menuju Persebaya. Isu ini mencuat setelah manajemen Green Force mengumumkan perpisahan dengan Eduardo Perez pada Sabtu (22/11).
Persebaya mendepak Edu Perez berdasar hasil evaluasi. Salah satunya inkonsistensi performa tim, yang berbuntut pada kegagalan meraih kemenangan dalam Derbi Jawa Timur melawan Arema FC. Laga itu berakhir imbang 1-1.
Hasil tersebut menimbulkan kekecewaan besar dari para penggemar dan suporter klub, Bonek. Seruan agar Edu Perez out pun kian kencang hingga akhirnya keputusan diambil.
Pasca memecat Edu Perez, Persebaya langsung bergerak dalam mencari pelatih. Bahkan disebutkan sudah ada kesepakatan untuk jangka panjang tapi belum bisa diumumkan karena ada urusan legalitas yang harus dituntaskan.
Meski namanya tak disebut, tapi banyak yang menduga sosoknya adalah Bernardo Tavares. Juru taktik asal Portugal itu kini tengah menganggur pasca cabut dari PSM Makassar beberapa waktu lalu.
Bernardo Tavares bukan sosok sembarangan. Dia dikenal sebagai pelatih yang punya kualitas dan kemampuan besar dalam meracik strategi.
Kualitas itu sudah dibuktikan olehnya di PSM Makassar. Dia membawa Juku Eja juara Liga 1 2022/2023. Tavares pun jadi pelatih terbaik kompetisi pada musim yang sama.
Selain itu, PSM di tangan Bernardo Tavares juga berhasil melaju ke partai final Piala AFC 2022 zona ASEAN, meski tumbang dari Kuala Lumpur FC dengan skor 2-5. Selain itu, menjadi semifinalis ASEAN Club Championship 2024/2025.
Secara taktis, Tavares dikenal sebagai pelatih yang mampu menggabungkan strategi permainan efektif dengan manajemen pemain yang baik untuk menghasilkan tim yang kohesif dan solid.
Salah satu keunggulan Bernardo Tavares sebagai pelatih adalah kemampuan untuk mengadaptasi taktik permainan sesuai dengan kekuatan dan kelemahan lawan. Dia memiliki formasi andalan 4-3-3 yang menekankan pada transisi cepat dari pertahanan ke serangan dan sebaliknya.
Permainan PSM di bawah Tavares juga mengutamakan penguasaan bola dan penyelesaian akhir yang efisien. Juku Eja kerap menerapkan strategi pressing yang agresif di lapangan tengah untuk memutus alur bola lawan.
Selain itu, Bernardo Tavares juga diketahui sebagai pelatih yang andal dalam mengembangkan potensi pemain muda dan memberikan mereka kesempatan untuk tampil di tim utama. Beberapa pemain muda PSM Makassar berhasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam performa mereka sepanjang musim. Mulai dari Ananda Raehan hingga Victor Dethan.
Berkaca dari strategi dan gaya bermainnya, Persebaya tentu akan menarik jika benar-benar ditangani Bernardo Tavares. Apalagi andai nanti manajemen Green Force memberikan keleluasaan kepada sang pelatih untuk membentuk tim idealnya sendiri.

16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
