
Pelatih Deltras Widodo Cahyono Putro (kiri) sebelum laga lawan Persela. (Dok. Deltras)
JawaPos.com–Deltras FC Sidoarjo sudah menelan tiga kekalahan di perhelatan Championship 2025-2026. Yang terbaru tentu saat The Lobsters takluk dengan skor 1-2 di tangan Persela Lamongan pada Selasa (11/11) malam di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Kekalahan ini membuat Deltras turun peringkat. Sebelum laga lawan Persela, klub kebanggaan Deltamania itu menduduki posisi tiga klasemen grup 2. Setelah laga, Deltras turun satu setrip ke posisi empat.
Pelatih Deltras Widodo Cahyono Putro terlihat kecewa sekaligus marah dengan hasil itu. Bukan semata karena skor yang merugikan timnya. Namun juga kepemimpinan wasit Annas Apriliandi yang dinilainya kurang kapabel.
“Sebetulnya (laga) tidak sulit kalau memang VAR tadi netral. Dalam kenapa gol-gol kita selalu dicek VAR dan (sementara) gol-gol mereka nggak selalu dicek VAR,” ujar Widodo setelah laga.
Hal yang diungkapkan eks striker timnas Indonesia itu didasari dua gol Deltras yang dianulir. Proses gol Deltras dianggap tak sah usai wasit melakukan pengecekan VAR.
Wasit menilai ada pelanggaran oleh pemain Deltras sebelum mereka berhasil menjebol gawang Persela. Karena pengecekan VAR yang mendapat protes dari para pemain serta ofisial Deltras, waktu akhir laga pun molor.
Insiden-insiden di babak kedua membuat injury time hingga 15 menit. Artinya laga selesai sampai menit ke-105.
“Jadi itu dan mohon maaf suporter saya tadi habis selesai (pertandingan) langsung ke dalam (ruang ganti) tidak menyanyikan lagu anthem karena emosional sekali. Saya nggak pernah begini selama saya menukangi pelatihan sampai hari ini. Ini tingkat emosionalnya sangat tinggi,” ucap Widodo setelah laga.
Saat laga berlangsung, Widodo memang sangat marah ketika wasit tidak mengecek VAR buat gol kedua Persela yang dihasilkan Muhammad Sadewa. Sebab dari siaran televisi, sebelum terciptanya gol itu ada proses pelanggaran yang dilakukan kepada pemain Deltras.
Pemain Deltras Martinus Novianto Ardhi membenarkan kalau situasi di lapangan merugikan timnya. Namun terlepas dari kontroversi kepemimpinan wasit, Martinus berkata kalau timnya pasti akan melakukan evaluasi.
“Tapi ya sudah terjadi. Nanti mungkin setelah pertandingan kan ini sudah banyak VAR, banyak video-video. Nanti bisa untuk koreksi bareng-bareng untuk kita berkembang bersama,” kata Martinus.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
