Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Oktober 2025 | 19.21 WIB

Hancur Lebur! Mental Pemain Timnas Indonesia Terpuruk Usai Perjuangan ke Piala Dunia 2026 Terhenti

Calvin Verdonk jadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang terpukul usai gagal lolos ke Piala Dunia 2026. (Instagram @c.verdonk) - Image

Calvin Verdonk jadi salah satu pemain Timnas Indonesia yang terpukul usai gagal lolos ke Piala Dunia 2026. (Instagram @c.verdonk)

JawaPos.com — Hancur lebur, itulah kata yang paling pas menggambarkan kondisi mental para pemain Timnas Indonesia usai gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Kekalahan beruntun dari Arab Saudi dan Irak membuat skuad Garuda pulang dengan kepala tertunduk dan hati remuk.

Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, tak menutupi betapa terpukulnya seluruh anggota tim setelah dua hasil pahit itu. Ia menggambarkan kondisi psikologis pemain benar-benar terpuruk hingga sulit untuk dibayangkan.

“Ya kalau sekarang hancur lebur lah. Sudah hancur lebur. Jadi kita benar-benar, mental kami benar-benar down sekarang ini melihat hasil seperti ini,” ujar Sumardji dikutip dari Antara, Selasa (14/10/2025).

Ucapan itu mencerminkan suasana kelam yang menyelimuti tim setelah perjuangan panjang mereka kandas di ujung jalan.

Indonesia menutup putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan posisi juru kunci Grup B. Dua kekalahan tipis, 2-3 dari Arab Saudi dan 0-1 dari Irak, menegaskan langkah Garuda harus terhenti lebih cepat dari yang diharapkan.

Padahal, harapan besar sempat menyala di dada suporter saat tim tampil mengejutkan di fase sebelumnya. Namun dua laga terakhir menjadi ujian berat yang tak sanggup mereka taklukkan.

Setelah peluit panjang berbunyi di laga penentuan melawan Irak, suasana di ruang ganti Timnas Indonesia benar-benar muram. Sumardji menyebut tak ada satu pun pemain yang mampu menahan air mata.

“Menangis semuanya. Jadi, ya, sampai sekarang pun kami juga masih down mental kita kaitannya dengan itu,” ungkapnya. Ia menambahkan, hingga tiba di Tanah Air pun, para pemain masih tenggelam dalam kesedihan mendalam.

Momen paling menyayat terlihat ketika Calvin Verdonk dan Thom Haye tak bisa menyembunyikan emosi di lapangan. Dua pemain naturalisasi itu menangis sesenggukan, menyadari betapa besar peluang yang terbuang begitu saja.

Namun bukan hanya mereka yang terpukul. Dari pemain senior hingga debutan muda, semua merasakan duka yang sama, sebuah kegagalan yang terasa menyesakkan setelah kerja keras berbulan-bulan.

Bagi sebagian pemain, terutama yang baru pertama kali mencicipi atmosfer kualifikasi Piala Dunia, pengalaman ini menjadi pukulan telak. Mereka harus menelan kenyataan pahit mimpi tampil di panggung dunia harus ditunda lagi.

Kekecewaan ini menjadi cermin betapa besar ambisi dan harapan yang mereka bawa ke lapangan. Tak ada satu pun yang bermain setengah hati, tetapi nasib berbicara lain di dua laga terakhir yang menentukan.

Sumardji menilai kekalahan ini bukan hanya soal teknis permainan, melainkan juga soal mental. Tekanan besar, ekspektasi tinggi, dan hasil yang tak sesuai harapan membuat kepercayaan diri tim runtuh.

Meski begitu, di tengah kekecewaan itu, kapten Timnas Indonesia Jay Idzes mencoba menyalakan kembali semangat. Pemain yang kini membela Sassuolo itu menyampaikan pesan menyentuh yang menegaskan semangat pantang menyerah Garuda.

“Meskipun kalah, perjalanan ini tidak terasa seperti sebuah kegagalan,” ujar Idzes dengan nada tegas. Ia menekankan, apa yang telah dicapai sejauh ini tetap layak dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore