
Pelatih Sepak Bola Rahmad Darmawan. (Antara)
JawaPos.com-Pelatih sarat pengalaman Rahmad Darmawan berbicara peluang Timnas Indonesia melawan Arab Saudi di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Dia berharap skuad Garuda dapat menjaga fokus dan tak mudah terpancing emosi.
Timnas Indonesia akan mengawali perjuangan di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia dengan menghadapi Arab Saudi. Laga pembuka grup B itu dijadwalkan berlangsung di Stadion King Abdullah Sport City, Jeddah pada Kamis (9/10) pukul 00.15 WIB.
Duel lawan Arab Saudi itu bagian dari misi Timnas Indonesia menuju Piala Dunia 2026, yang kini hanya berjarak 180 menit. Artinya, pertandingan dini hari nanti sangat krusial dan dapat memengaruhi nasib Garuda ke depan.
Di atas kertas, Arab Saudi lebih diunggulkan. Secara ranking FIFA misalnya, Garuda saat ini menempati 119 dunia. Sementara tuan rumah duduk di urutan ke-59. Artinya ada selisih 60 anak tangga yang memisahkan kedua negara.
Selain itu, Arab Saudi dalam laga ini berstatus sebagai tuan rumah. Green Falcons akan bermain dengan dukungan puluhan ribu suporter, sedangkan Garuda kemungkinan hanya didukung sekitar 4 ribu penonton saja.
Satu-satunya modal Timnas Indonesia adalah rekor pertemuan terakhir. Dalam dua bentrokan sebelumnya di putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Garuda tak terkalahkan dengan berhasil menahan imbang 1-1 di Jeddah dan menang 2-0 di Jakarta.
Meski begitu, Rahmad Darmawan selaku mantan pelatih Timnas Indonesia, menilai peluang Garuda tak juga kecil. Dia merasa kans pasukan Patrick Kluivert untuk keluar sebagai pemenang 50:50.
"Peluangnya 50-50. Asal pemain tidak terganggu konsentrasinya dengan hal-hal di luar teknis," kata RD, sapaan akrabnya.
Pelatih interim Timnas Indonesia pada 2012 itu mengungkapkan, aspek luar teknis yang dimaksud seperti emosi dan menyikapi pancingan-pancingan yang terjadi di lapangan. Apalagi jika berkaitan dengan keputusan wasit.
"Seperti emosi dan marah berlebihan dalam menyikapi keputusan pengadil, saya yakin kita bisa. Butuh fokus dalam rencana pemainan taktikal saja," ucap RD.
Wasit Timnas Indonesia vs Arab Saudi memang jadi sorotan. Sebab seluruh perangkat pertandingan laga dini hari nanti berasal dari Kuwait, negara regional yang sama dengan tuan rumah, yakni Timur Tengah.
Yakni Ahmad Al Ali jadi wasit utama laga perdana Grup B tersebut. Dia akan dibantu dua asisten, Abdul Hadi Al-Anzi dan Ahmed Abbas. Sementara untuk posisi wasit VAR diisi Abdullah Jamali dengan Abdullah Al-Kandari sebagai asisten wasit VAR.
Patrick Kluivert sendiri sudah mengatakan bahwa ia enggan terlalu mempermasalahkan wasit asal Kuwait tersebut. Pelatih asal Belanda itu hanya berharap pengadil lapangan dapat bertugas dengan baik.
"Para wasitnya berasal dari Kuwait. Tapi yang terpenting adalah setiap wasit yang memimpin pertandingan di level ini harus menyadari keberadaan wasit. Saya tidak menemukan alasan seperti itu," kata Kluivert dalam jumpa pers pralaga, Selasa (7/10).
"Anda tahu, FIFA menunjuk para wasit ini dan kami harus bermain. Kami tidak perlu melihat wasit. Maksud saya, mereka harus melakukan tugas mereka dengan baik, jujur, dan benar," tambah dia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
