Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 00.37 WIB

Bocor! Rahasia PSIM Jogjakarta Tampil Impresif di Super League Unggul Atas Persebaya dan Persib

Skuad PSIM Jogjakarta musim ini tampil mengejutkan dengan menembus papan atas klasemen sementara Super League. (I-League) - Image

Skuad PSIM Jogjakarta musim ini tampil mengejutkan dengan menembus papan atas klasemen sementara Super League. (I-League)

JawaPos.com-Indonesia Super League musim ini menjadi arena pembuktian diri bagi PSIM Jogjakarta. Tak ingin dicap sebagai tim promosi yang aji mumpung, mereka tampil impresif hingga menembus papan atas.

Sampai pekan ketujuh, PSIM berhasil nangkring di peringkat dua, dengan mengumpulkan 12 poin, hasil dari tiga kemenangan, tiga imbang, dan sekali kalah.

Di antara 12 poin yang berhasil mereka kumpulkan, beberapa poin di antaranya diraih atas tim-tim legendaris Tanah Air. Di antaranya Arema FC (1-1), Persebaya (menang 0-1), mantan juara Bali United (menang 3-1), dan juara bertahan Persib (1-1).

Performa impresif Tim berjuluk Laskar Mataram itu membuat mereka menjadi salah satu tim yang belum mengalami kekalahan di laga tandang. Mengutip dari laman resmi I-League, setidaknya ada tiga faktor yang membuat PSIM berhasil menempati posisi runner-up sementara.

1. Kematangan Strategi Pelatih

Mulai musim ini, PSIM mendatangkan pelatih baru asal Belanda, yaitu Jean-Paul van Gastel. Langkah tersebut ternyata cukup tepat. Di bawah asuhannya, PSIM sejauh ini sukses menerapkan formasi 4-2-3-1.

Namun, Van Gastel tak sembarangan menerapkan formasi tersebut, karena disesuaikan dengan karakter tim lawan. Hal itu membuat permainan PSIM menjadi sulit ditebak.

Saat menghadapi tim dengan serangan sayap cepat, skuad PSIM menumpuk gelandang untuk mempersempit ruang. Sebaliknya, ketika melawan tim yang menerapkan parkir bus, van Gastel memberi kebebasan lebih pada wing back untuk naik membantu serangan.

"Ya, saya sangat puas. Selain itu, salah satu prinsip saya adalah jika kita bisa menang, kita tidak kalah. Jadi saya pikir tim saya telah mengikuti prinsip ini," ujar van Gastel.

2. Skuat Muda yang Energik

Laskar Mataram tak hanya mengandalkan pemain-pemain berpengalaman, tetapi juga sejumlah pemain muda yang diorbitkan. Salah satunya adalah Cahya Supriadi, 22, yang dikenal ngotot, selalu berusaha keras, dan tak gentar menghadapi lawan.

Dia didukung beberapa pemain senior seperti dua eks Persebaya, Reva Adi dan Ze Valente. Perpaduan tersebut menciptakan sebuah sinergitas yang harmonis di dalam permainan tim, yang muda menyumbang kecepatan dan agresivitas, sedangkan para pemain senior menambahkan ketenangan serta pengalaman.

Meski begitu, van Gastel menyadari bahwa dalam kompetisi, timnya tidak melulu menang. Sehingga dia sudah siap dengan segala hasil yang akan timnya raih.

"Sekarang kita berada dalam gelombang yang naik. Tapi pasti akan ada saatnya gelombang itu turun. Tapi itu tidak membuatku menjadi pelatih yang berbeda," imbuh van Gastel.

3. Dukungan Suporter Fanatik

Satu faktor lagi yang tak kalah penting adalah dukungan fanatik suporter. Dua kelompok suporter besar PSIM, Brajamusti dan The Maident, menjadi pendorong motivasi dari sisi tribun penonton.

Dukungan dari suporter fanatik juga bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab lebih besar di antara pemain. Dengan begitu, mereka akan berupaya mati-matian untuk meraih kemenangan dengan menampilkan permainan terbaiknya.

"Anda bergantung pada beberapa hal. Oleh karena itu, saya berharap dan kami sedang bekerja untuk konsistensi tim agar kami berusaha tampil di level tertentu dalam setiap pertandingan," tandas eks pelatih NAC Breda itu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore