
Wareng bersama Yoyok Sukawi. (ig @kepareng_wareng)
JawaPos.com-Keputusan manajemen PSIS Semarang memecat Kahudi Wahyu sebagai pelatih kepala pada Rabu (30/9) langsung memicu reaksi beragam dari para pendukung Laskar Mahesa Jenar.
Pemecatan ini dilakukan setelah PSIS menelan tiga kekalahan beruntun, masing-masing dari Persiku Kudus (0-4), Persipura Jayapura (0-2), dan Persiba Balikpapan (1-2). Untuk sementara, posisi pelatih kepala akan diisi asisten pelatih Ega Raka Galih sampai manajemen menemukan sosok pengganti yang tepat.
Namun, keputusan ini justru menimbulkan kritik tajam. Bukan hanya soal teknis di lapangan, tetapi juga soal arah kebijakan manajemen klub.
Ketua Umum Panser Biru Kepareng atau yang akrab disapa Wareng, menyampaikan pendapat lewat akun Instagram pribadi, @kepareng_wareng.
Dalam unggahan tersebut, dia menuliskan sindiran keras kepada manajemen. Terutama kepada CEO PSIS Semarang Yoyok Sukawi.
“Pemain pelatih bisa datang dan pergi, hanya Yoyok yang abadi. Setelah kemarin mengkambinghitamkan ex pemain, terus suporter yang boikot, sekarang pelatih. Padahal itu semua yang milih kamu sendiri. Yoh kaya yoh,” tulis Wareng dalam unggahan itu.
Posting-an tersebut mendapat banyak tanggapan dari suporter PSIS, terutama dari anggota Panser Biru yang juga geram dengan kondisi tim saat ini. Salah satunya datang dari akun @hasan_sh_undip.
“Mungkin Kahudi yang tidak mau lanjut, Pak. Karena kualitas pemain grade C,” tulis @hasan_sh_undip.
Wareng segera menanggapi komentar itu. “Kata manajemen semua pemain yang milih Kahudi kok,” tulis @kepareng_wareng.
Jawaban ini semakin memantik diskusi di kolom komentar tersebut. Banyak suporter justru sependapat dengan Wareng, bahwa masalah utama PSIS bukan semata pada pelatih atau pemain, melainkan pada manajemen yang dianggap tidak serius dalam mempersiapan tim ini.
“Aslinya penyakit PSIS itu di Yoyok tok,” tulis @andidokil.
“Ayo lekas bergerak, penyakitnya PSIS cuma orang itu,” tulis @dwirmdni_.
Komentar lain datang dari @arifinabd.f yang mengingatkan pernyataan Kahudi sebelum musim dimulai.
“Bukannya statement pelatih sebelum musim berjalan, dia kurang puas dengan rekrutmen pemain. Tapi dia pasrah tidak dikasih pemain lagi. Ngerusak CV pelatih saja,” tulis dia.
Dari beragam komentar tersebut terlihat jelas bahwa mayoritas suporter Panser Biru tidak menyalahkan Kahudi Wahyu maupun para pemain. Kekalahan beruntun dianggap sebagai hasil dari buruknya strategi perekrutan serta minimnya dukungan manajemen dalam mempersiapkan tim.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
