Arief Catur Pamungkas jadi sosok baru di Persebaya Surabaya pada Super League 2025/2026. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Transformasi Arief Catur Pamungkas layak menjadi sorotan di musim Super League 2025/2026. Jika dulu ia dikenal rajin mengoleksi kartu kuning, kini perannya bergeser menjadi motor serangan yang rajin memberi assist untuk Persebaya Surabaya.
Perubahan itu terlihat jelas saat Green Force menahan imbang Dewa United dengan skor 1-1 di Stadion Internasional Banten, Jumat (26/9/2025) malam.
Catur berperan besar menciptakan peluang hingga akhirnya berbuah penalti yang menolong timnya pulang dengan satu poin.
Sejak menit awal laga, Persebaya Surabaya kesulitan menembus pertahanan tuan rumah yang disiplin. Namun, masuknya tenaga baru seperti Malik Risaldi dan Leo Lelis membuat serangan Green Force lebih bervariasi.
Dewa United hampir membuka keunggulan lebih dulu di menit ke-61 lewat aksi Taisei Marukawa. Tendangan kerasnya mengarah ke tiang jauh, beruntung Alexis Messidoro gagal menyambar bola di depan gawang Ernando Ari.
Persebaya Surabaya langsung merespons semenit kemudian lewat Francisco Rivera. Pemain asal Meksiko itu berhasil mengecoh satu bek lawan sebelum melepaskan sepakan yang sayangnya masih melebar tipis.
Tuan rumah akhirnya benar-benar unggul di menit ke-69. Septian Bagaskara memanfaatkan duel udara dan tandukannya menggetarkan gawang Ernando Ari untuk mengubah skor menjadi 1-0.
Green Force tak patah arang dan terus menekan. Rivera bahkan kembali menciptakan peluang manis, tetapi sepakan first time Malik Risaldi masih melambung.
Puncak drama terjadi di injury time ketika Arief Catur Pamungkas dijatuhkan kiper Sonny Stevens di kotak penalti. Wasit langsung menunjuk titik putih dan Bruno Moreira sukses mengeksekusinya untuk menyamakan skor 1-1.
Gol tersebut tak lepas dari pergerakan agresif Catur yang menusuk ke kotak penalti setelah menerima umpan lambung Toni Firmansyah. Keberaniannya dalam melakukan penetrasi kini menjadi senjata baru bagi Persebaya Surabaya.
Jika menengok musim-musim sebelumnya, performa Catur jelas menunjukkan perbedaan signifikan. Musim 22/23 ia hanya dikenal sebagai pemain keras dengan tujuh kartu kuning dari 21 penampilan.
Setahun berikutnya, ia masih belum lepas dari citra kerasnya dengan lima kartu kuning dan dua kartu merah. Meski begitu, ia sudah mulai berkontribusi lewat tiga assist dari 26 laga.
Pada musim 24/25, koleksi kartunya makin tinggi dengan sembilan kartu kuning dari 27 penampilan. Namun, kontribusi assistnya baru sebatas dua kali sepanjang musim.
Baru di musim ini, Catur tampak lebih matang dalam mengambil keputusan di lapangan. Dari enam laga, ia sudah menorehkan dua assist dengan hanya dua kartu kuning.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
