Aksi Mikael Tata di lini belakang Persebaya Surabaya lawan Dewa United bikin Bonek puas. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Menguak peran krusial tiga pemain U-23 Persebaya Surabaya di laga tandang kontra Dewa United menjadi cerita menarik pekan ketujuh Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Internasional Banten, Jumat (26/9/2025) malam, Green Force sukses pulang dengan satu poin berharga usai menahan imbang 1-1.
Pertandingan berjalan sengit sejak menit awal dengan jual beli serangan yang memaksa kedua tim tampil ngotot.
Meski sempat tertinggal lebih dulu, Persebaya Surabaya menunjukkan karakter pantang menyerah hingga menit akhir laga.
Pelatih Eduardo Perez memainkan peran penting dalam duel tersebut dengan strategi pergantian pemain yang tepat. Masuknya Leo Lelis dan Malik Risaldi pada babak kedua membuat variasi serangan Persebaya Surabaya lebih hidup.
Namun sorotan utama jatuh kepada kontribusi tiga pemain muda U-23 yang dipercaya tampil pada laga ini. Mereka adalah Mikael Tata sebagai starter, serta Dimas Wicaksono dan Toni Firmansyah yang masuk dari bangku cadangan.
Keberanian memainkan kombinasi pemain muda menjadi bukti kepercayaan penuh Perez terhadap kedalaman skuadnya. Tiga talenta muda tersebut membuktikan diri mampu bersaing di level kompetisi tertinggi Indonesia.
Mikael Tata menjadi sorotan utama setelah tampil solid sepanjang pertandingan dengan rating 7.6.
Bermain sejak awal, Tata mampu menjaga keseimbangan permainan Persebaya Surabaya terutama dalam menghadapi pressing tinggi dari lini tengah Dewa United.
Pemain berusia 21 tahun itu tampil tenang meski berada dalam tekanan pemain lawan yang lebih berpengalaman. Kemampuannya membaca permainan membuat Persebaya Surabaya tetap bisa mengatur tempo di lapangan tengah.
Kontribusi berikutnya datang dari Dimas Wicaksono yang masuk sebagai pemain pengganti yang baru 18 tahun.
Meski hanya mencatatkan rating 6.3, kehadiran Dimas memberi tenaga tambahan untuk menutup ruang di sisi pertahanan.
Dimas memang belum banyak mendapatkan menit bermain di musim ini. Namun di laga melawan Dewa United, ia menunjukkan keberanian untuk duel fisik dan disiplin menjaga posisinya.
Nama lain yang juga tampil adalah Toni Firmansyah dengan rating 6.6. Masuk di babak kedua, Toni yang berusia 20 tahun berperan dalam menjaga intensitas pressing Persebaya Surabaya ketika mencoba membalikkan keadaan.
Walau tidak mencatatkan kontribusi langsung pada gol, Toni memperlihatkan kecepatan dan daya juang tinggi. Ia juga beberapa kali membantu serangan balik cepat yang nyaris membuahkan peluang berbahaya.

Prediksi Susunan Pemain Timnas Portugal vs RD Kongo: Vitinha Incar Gol Pertamanya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Ghana dan Panama di Grup L Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Debut Bersejarah Wakil Asia Terancam di Laga Pertama
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Timnas Portugal vs RD Kongo, Duel Pembuka Grup K Piala Dunia 2026 yang Sarat Ambisi
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
