Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 15.27 WIB

Sikutan Dejan Tumbas Buat Persebaya Surabaya Masuk 5 Besar Tim Pengoleksi Kartu Merah Terbanyak di Super League

Persebaya Surabaya harus waspada dalam perolehan kartu merah di Super League 2025/2026. (Media Persebaya)

JawaPos.com — Kartu merah yang diterima Dejan Tumbas di laga melawan Dewa United berimbas besar bagi Persebaya Surabaya. Green Force kini masuk dalam daftar 5 besar tim pengoleksi kartu merah terbanyak di Super League 2025/2026.

Persebaya Surabaya harus puas pulang dengan satu poin usai menahan imbang Dewa United 1-1 di Stadion Internasional Banten, Jumat (26/9/2025) malam.

Hasil itu membuat mereka tetap bertahan di posisi ke-6 klasemen sementara dengan koleksi 10 poin di bawah komando Eduardo Perez.

Namun, cerita menarik justru datang dari insiden di babak pertama ketika Dejan Tumbas diganjar kartu merah. Penyerang asal Serbia itu harus keluar lapangan lebih cepat setelah menyikut kepala Taisei Marukawa pada menit ke-37.

Kejadian itu membuat Persebaya Surabaya harus bermain dengan sepuluh pemain hingga laga berakhir. Meski begitu, mereka tetap mampu menahan gempuran tuan rumah dan menjaga skor tetap imbang.

Kartu merah yang diterima Dejan menjadi tambahan catatan disiplin bagi Persebaya Surabaya. Kini Green Force tercatat sudah mengoleksi dua kartu merah dalam enam laga awal Super League musim ini.

Koleksi tersebut menempatkan Persebaya Surabaya masuk dalam daftar lima besar tim dengan kartu merah terbanyak. Mereka sejajar dengan Persija Jakarta, Arema FC, dan Persis Solo yang juga punya catatan serupa.

Persib Bandung masih memimpin daftar dengan dua kartu merah dari lima pertandingan, rata-rata 0,4 per laga. Sementara Persebaya Surabaya dan tiga tim lainnya mencatat rata-rata 0,33 kartu merah per pertandingan.

Situasi ini tentu menjadi alarm bagi skuad Green Force untuk segera memperbaiki kedisiplinan di lapangan. Terlebih, catatan kartu merah bisa berpengaruh besar terhadap performa dan hasil akhir sebuah laga.

Kasus Dejan Tumbas semakin ironis mengingat posisi aslinya adalah penyerang tengah. Namun di Persebaya Surabaya, ia justru lebih sering dipasang sebagai gelandang bertahan bahkan bek kiri.

Insting mencetak golnya seolah hilang sejak berseragam Green Force. Sebaliknya, ia lebih banyak tampil sebagai pemutus serangan lawan yang keras dan penuh risiko pelanggaran.

Sejak bergabung pada Januari 2025, Dejan telah mencatat 22 penampilan bersama Persebaya Surabaya. Dari jumlah tersebut, ia hanya mampu menyumbangkan dua assist tanpa sekalipun mencetak gol.

Catatan kedisiplinannya juga memprihatinkan. Dalam 1.765 menit bermain, Dejan sudah mengoleksi enam kartu kuning dan satu kartu merah.

Padahal, pemain berusia 26 tahun itu direkrut dengan nilai pasar cukup tinggi, yakni Rp 3,48 miliar. Ekspektasi besar untuk menjadi mesin gol kini justru bergeser menjadi sumber masalah baru di lini tengah Persebaya Surabaya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore