Shin Sang-gyu punya peran penting bikin fisik skuad Persebaya Surabaya tahan banting lawan Dewa United. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Peran Shin Sang-gyu benar-benar mencuri perhatian setelah Persebaya Surabaya sukses mencuri satu poin dari kandang Dewa United. Pelatih fisik asal Korea Selatan itu dinilai mampu menyulap daya tahan Green Force sehingga sanggup berlari penuh selama 90 menit.
Laga pekan ketujuh Super League 2025/2026 di Stadion Internasional Banten, Jumat (26/9/2025) malam, berlangsung ketat sejak awal hingga akhir.
Persebaya Surabaya bermain disiplin dan tak menunjukkan tanda-tanda kelelahan meski pertandingan berjalan dalam tempo tinggi.
Eduardo Perez selaku pelatih kepala memainkan strategi rotasi dengan cermat di babak kedua. Masuknya Leo Lelis dan Malik Risaldi memberi tenaga tambahan sehingga membuat serangan Persebaya Surabaya lebih bervariasi.
Dewa United sempat lebih dulu mengancam lewat sepakan keras Taisei Marukawa di menit ke-61. Bola mengarah ke tiang jauh, namun Alexis Messidoro gagal menjangkau peluang emas di depan gawang Ernando Ari.
Tak ingin kalah, Persebaya Surabaya langsung membalas satu menit kemudian melalui Francisco Rivera. Gelandang asal Meksiko itu berhasil mengecoh bek lawan dan melepas tembakan, sayangnya bola hanya menyamping tipis.
Tuan rumah akhirnya memecah kebuntuan pada menit ke-69 lewat sundulan Septian Bagaskara. Striker lokal itu sukses memenangkan duel udara dan menaklukkan Ernando Ari untuk membawa Dewa United unggul 1-0.
Persebaya Surabaya tidak menyerah meski tertinggal. Rivera kembali mengkreasi peluang lewat umpan matang, tetapi tendangan first time Malik Risaldi masih melayang tinggi di atas mistar.
Drama benar-benar terjadi di menit akhir injury time. Wasit Yudi Nurcahya memberikan penalti usai kiper Sonny Stevens melanggar Catur Pamungkas di kotak terlarang.
Bruno Moreira yang maju sebagai eksekutor menjalankan tugas dengan tenang. Sepakannya tak mampu dibendung dan membuat skor berubah menjadi 1-1 pada menit krusial.
Peluit panjang akhirnya berbunyi dengan skor imbang tetap bertahan. Persebaya Surabaya berhasil membawa pulang satu poin penting dan kini menempati posisi keenam klasemen sementara dengan 10 poin.
Meski hasilnya seri, sorotan Bonek justru tertuju pada fisik para pemain Green Force. Mereka kagum karena para penggawa Persebaya Surabaya mampu berlari tanpa henti hingga peluit akhir.
Tak sedikit suporter yang memuji peran Shin Sang-gyu sebagai otak di balik ketahanan fisik ini. Sosok asal Korea Selatan itu disebut telah mengubah wajah kebugaran skuad musim ini.
“Fisik e Jan diakoni jos cak,” tulis salah satu Bonek di media sosial. Ada pula yang menambahkan, “Pelatih fisiknya keren PSBY, fix no debat.”

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
