PSIM Yogyakarta tak gentar meski sempat kalah telak dari Bali United di pramusim. (Instagram @psimjogja_official)
JawaPos.com - PSIM Yogyakarta bersiap menjalani laga pekan keenam Super League dengan melawat ke markas Bali United FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu (20/9) pukul 19.00 WIB. Meski pernah menelan kekalahan telak pada uji coba pramusim, Laskar Mataram menegaskan tidak gentar menghadapi Serdadu Tridatu.
Kenangan pahit itu terjadi di tempat yang sama, tepatnya ketika Bali United menghantam PSIM dengan skor 6-0. Hasil uji coba tersebut sempat memunculkan pesimisme di kalangan pendukung. Namun, performa kompetitif PSIM sejak liga resmi bergulir menunjukkan cerita berbeda.
Setelah lima pekan, PSIM berada di peringkat keempat klasemen dengan delapan poin. Catatan gol juga solid, enam kali membobol gawang lawan dan hanya kebobolan lima. Bali United justru tertahan di posisi kesembilan dengan enam poin, meski memiliki produktivitas delapan gol, tetapi rapuh di pertahanan dengan sepuluh kali kebobolan. Fakta ini menambah keyakinan bahwa duel di Gianyar akan berlangsung ketat.
Pelatih PSIM, Jean-Paul Van Gastel, menegaskan pertemuan kali ini tidak bisa disamakan dengan uji coba pramusim. “Dari laga sebelumnya (pramusim), itu sangat berbeda karena memang saat itu Bali United sudah berlatih selama enam pekan, sedangkan kami baru berkumpul empat pekan saja. Ke depannya tentu akan sangat berbeda karena kita juga menurunkan line up yang berbeda. Kita tidak bisa membandingkan dengan saat pramusim lalu,” ujarnya dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Arsitek asal Belanda tersebut juga mengakui kualitas Bali United yang memiliki pemain-pemain berbahaya, termasuk penyerang asal Belanda Thijmen Goppel yang dikenal dengan kecepatan tinggi. Kecepatan Goppel dianggap sebagai ancaman utama yang harus diantisipasi barisan belakang PSIM.
Meski menghadapi lawan dengan daya serang mumpuni, Van Gastel menekankan pentingnya fokus penuh selama 90 menit. Tidak ada strategi khusus soal kapan gol harus tercipta. “Kami tidak peduli mau mencetak gol di babak pertama atau di babak kedua. Terpenting kita bisa cetak gol di 90 menit pertandingan. Itu sudah cukup,” tegasnya.
Pendekatan itu mencerminkan kepercayaan diri yang dibangun PSIM sepanjang awal musim. Konsistensi performa, disiplin bertahan, dan kemampuan menciptakan peluang menjadi modal utama untuk meredam Bali United yang tampil di hadapan pendukung sendiri.
Bagi PSIM, laga di Gianyar bukan sekadar upaya menebus kekalahan pramusim, melainkan kesempatan menegaskan posisi di papan atas Super League. Sementara Bali United berusaha memperbaiki start yang belum stabil dan menutup celah pertahanan yang sejauh ini masih menjadi titik lemah.
Pertemuan di Stadion Kapten I Wayan Dipta menjanjikan permainan yang ketat. PSIM membawa optimisme dari catatan kompetitif yang lebih baik, sedangkan Bali United mencoba memperbaiki start awal liat serta mengandalkan dukungan penuh publik Gianyar untuk mengamankan poin. Siapa pun yang mampu menjaga fokus dan memanfaatkan peluang akan meninggalkan lapangan dengan kepala tegak dengan membawa poin.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
