Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 7 September 2025 | 15.37 WIB

Jelang Duel Krusial Timnas Indonesia U-23 vs Korea Selatan, Gerald Vanenburg Abaikan Rekor Negatif Lawan Pelatih Korsel

Pelatih Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, tegaskan fokus penuh menghadapi laga krusial kontra Korea Selatan. (@geraldvanenburgofficial)  - Image

Pelatih Indonesia U-23, Gerald Vanenburg, tegaskan fokus penuh menghadapi laga krusial kontra Korea Selatan. (@geraldvanenburgofficial) 

JawaPos.com-Pelatih Timnas Indonesia U-23 Gerald Vanenburg menegaskan tidak gentar dengan catatan negatif belum pernah menang melawan pelatih asal Korea Selatan. Fokus utamanya membawa Garuda Muda meraih kemenangan pada laga penentuan kontra Korea Selatan di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026.

Indonesia akan melakoni pertandingan pamungkas Grup J melawan Korea Selatan yang dilatih Lee Min-sung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Selasa (9/9). Hasil laga ini sangat krusial karena hanya juara grup yang lolos otomatis ke putaran final di Arab Saudi.

"Saya tidak peduli dengan catatan itu. Apakah lawan Korea atau siapa pun, yang penting kami harus menang," tegas Vanenburg setelah kemenangan 5-0 atas Makau, Sabtu (6/9) malam.

Sejak menangani Indonesia U-23, Vanenburg sudah memimpin tujuh pertandingan. Tiga di antaranya berakhir tanpa kemenangan, termasuk dua saat menghadapi tim yang diasuh pelatih Korea Selatan.

Pada final Piala AFF U-23 2025, Garuda Muda kalah 0-1 dari Vietnam yang dilatih Ha Hyeok-jun, lalu ditahan imbang Laos 0-0 pada laga pembuka Grup J kualifikasi kali ini.

Namun, mantan juara Liga Champions bersama PSV Eindhoven dan pemenang Euro 1988 itu menegaskan, dia bukan tipe pelatih yang terjebak pada statistik atau rekor lawan.

"Saya memikirkan tim saya, bukan siapa pelatih lawan. Satu-satunya hal yang saya inginkan adalah mengalahkan mereka," ujar Vanenburg percaya diri.

Vanenburg bahkan optimistis timnya memiliki kualitas bukan hanya untuk mengalahkan Korea Selatan, tetapi juga bersaing menjuarai Piala Asia U-23 2026 jika lolos.

"Vietnam tidak jauh lebih baik dari kita. Thailand juga tidak jauh lebih baik. Korea pun tidak lebih baik. Saya bangga dengan tim ini," tandas Vanenburg.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir turut menegaskan pentingnya laga melawan Korea Selatan. Kemenangan besar atas Makau memang menjadi modal berharga, tetapi laga terakhir grup akan jadi penentuan nasib Garuda Muda.

"5-0 tentu hasil baik, tapi pertandingan yang menentukan adalah melawan Korea Selatan. Itu pasti," ujar Erick.

Erick juga menyoroti pembangunan berkelanjutan di tubuh Timnas. PSSI kini memiliki direktur teknik dengan kontrak empat tahun serta pelatih dengan kontrak dua tahun. Konsistensi formasi dan filosofi bermain menjadi kunci dalam proyek jangka panjang yang menargetkan Olimpiade 2028.

Saat ini, Indonesia menempati posisi kedua klasemen Grup J dengan empat poin, tertinggal dua angka dari Korea Selatan yang mengoleksi enam poin. Hanya juara grup yang lolos otomatis, sedangkan empat runner-up terbaik dari seluruh grup masih berpeluang menyusul.

Artinya, hasil melawan Korea Selatan akan sangat menentukan nasib Garuda Muda. Kemenangan akan membawa mereka langsung ke putaran final, sementara hasil imbang atau kekalahan membuat posisi Indonesia bergantung pada perhitungan runner-up terbaik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore