Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 5 September 2025 | 04.04 WIB

Mees Hilgers Batal Timnas Indonesia Karena Fokus Cari Klub, Simon Tahamata: Bela Garuda Jangan Setengah-Setengah!

Mees Hilgers. (Instagram @meeshilgerss) - Image

Mees Hilgers. (Instagram @meeshilgerss)

JawaPos.com - Head of Scouting atau Kepala Pemandu Bakat Timnas Indonesia, Simon Tahamata angkat bicara mengenai Mees Hilgers yang menolak pemanggilan Timnas Indonesia pada FIFA Matchday September 2025 karena fokus mencari klub. Ia menyebut seharusnya pemain tak setengah-setengah dalam membela tim nasional.

Mees Hilgers semula masuk dalam daftar 27 pemain Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday September 2025. Dia dipanggil untuk memperkuat Garuda melawan Taiwan (5/9) dan Lebanon (8/9).

Namun beberapa hari jelang pertandingan pertama Timnas Indonesia, diumumkan bahwa Mees Hilgers batal masuk skuad. Pemain berusia 24 tahun itu absen karena fokus mencari klub baru.

Keputusan ini menuai pro dan kontra. Sebab seharusnya pemain bersedia memenuhi panggilan. Bahkan klubnya, FC Twente juga tak boleh menolak pemanggilan tim nasional.

Simon Tahamata yang juga legenda sepak bola dunia, sepakat dengan aturan itu. Karenanya dia menyesalkan Mees Hilgers yang ternyata fokus mencari klub, alih-alih memenuhi panggilan tugas negara.

Timnas Indonesia punya hak untuk memanggil pemain, karena mereka harus melakukannya. Mereka harus membela Timnas. Jadi, mereka harus memberikan izin untuk bergabung," kata Simon saat ditemu di lapangan Garudayaksa, Kabupaten Bekasi, Kamis (4/9).

"Namun, itu semua tergantung pilihan pemainnya. Jika ia ingin bermain di sini, dia akan melakukan segalanya untuk bisa bermain di sini. Namun, tidak setengah-setengah,” tambahnya.

Di sisi lain, Simon Tahamata juga memahami bahwa keputusan Hilgers. Menurutnya, memilih klub baru bukan hal yang mudah bagi seorang pesepak bola profesional.

“Jika Anda mengetahui apa yang terjadi di dalam pikirannya. Apa yang terbaik untuknya, apa yang terbaik untuk keluarganya. Karena dia punya keluarga. Jika dia punya keluarga, dia harus mengambil keputusan yang tepat, apa yang terbaik untuk keluarganya,” tutur Simon.

“Saya juga melakukannya (saat masih bermain sebagai pesepak bola). Namun, itu tidak terlalu jauh, Belanda dan Belgia tidak terlalu jauh. Hanya dua jam dari tempat saya sekarang. Di sini ketika Anda datang dari Belanda, Anda harus terbang (menggunakan pesawat). Jadi, ini tidak mudah kawan-kawan untuk mengambil keputusan. Namun, jika Anda percaya sesuatu, ikuti apa kata hati Anda,” lanjutnya.

Saga transfer Mees Hilgers memang cukup rumit. Meski masih memiliki kontrak dengan FC Twente hingga 2026, tapi dia berkeinginan hengkang.

Keinginan Hilgers itu pun nyaris terwujud jelang ditutuonya bursa transfer sejumlah liga besar Eropa pada Senin (1/9) dini hari WIB. Ia hampir bergabung dengan klub Ligue 1 alias kompetisi kasta tertinggi Liga Prancis, Stade Brest. Namun kepindahannya gagal karena waktu yang tak terkejar, meski dirinya sudah tiba di Prancis.

Kini pilihan Mees Hilgers untuk pindah sudah terbatas. Sebab bursa transfer liga top Eropa seperti Belanda, Inggris, Spanyol, Jerman, dan Prancis telah ditutup. Ia tinggal berharap hengkang ke sejumlah negara Eropa seperti Turki hingga Belgia yang sampai saat ini jendela perpindahan pemain masih dibuka.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore