
Pemain Persija dan Malut United dalam laga lanjutan kompetisi super league. (Instagram Persija)
JawaPos.com-Pertandingan Persija dan Malut United berakhir dengan skor 1-1, menyisakan banyak cerita taktis dan drama di lapangan. Persija dipimpin Witan Sulaiman, menunjukkan pendekatan taktik yang dinamis.
Menggunakan formasi dasar 1-4-2-3-1, Persija sering bertransformasi menjadi struktur serangan 3-2-5, memungkinkan penumpukan pemain di lini depan. Peran Witan tidak hanya sebagai sayap kanan, tetapi juga sebagai false winger yang sering bergerak ke dalam untuk menciptakan ruang.
Ditambah pergerakan agresif bek seperti Alan Cardozo maju ke depan sering membuat struktur serangan Persija menjadi 3-1-5-1 atau 3-1-6. Itu memberikan enam pemain di lini depan untuk menekan pertahanan lawan. Dilansir dari Kanal YouTube Tommy Desky pada Minggu (24/8).
Sisi lain, Malut United menunjukkan pendekatan lebih reaktif, beradaptasi dengan tekanan dari Persija. Formasi dasar mereka 4-4-2, namun fleksibel berubah menjadi 5-3-2 atau 5-4-1 saat bertahan.
Kunci pertahanan Malut dari Yakob Sayuri yang rajin melakukan trackback untuk menutup sisi sayap Rio Fahmi. Mengandalkan taktik reactive football dan serangan balik cepat, sering terjadi salah operan yang menyia-nyiakan peluang.
"Saya sangat bersyukur atas hasil imbang 1-1 saat bertandang ke Persija Jakarta dan semua berkat kerja keras pemain yang pantang menyerah sepanjang pertandingan dan patut diapresiasi," ungkap Hendri Susilo dikutip Antara pada Sabtu (23/8).
Pertandingan diwarnai gol-gol yang tercipta dari kelengahan pertahanan. Gol pertama Malut United lahir dari tendangan jarak jauh Yance Sayuri, memanfaatkan bola rebound yang tidak sempurna dihalau pemain Persija.
Persija tidak tinggal diam dan berhasil menyamakan kedudukan melalui Maxwell. Gol balasan terjadi karena antisipasi kurang sempurna dari pertahanan Malut United saat menerima umpan silang, menunjukkan pentingnya konsentrasi penuh hingga akhir laga.
"Saya sangat puas dengan apa yang ditunjukkan tim di lapangan. Kami memang harus lebih tajam dalam memanfaatkan peluang. Tapi secara permainan, kami mengontrol jalannya pertandingan," ujar Mauricio.
Dalam laga tersebut menyoroti beberapa momen penting yang memengaruhi jalannya pertandingan. Salah satunya adalah kritik terhadap Witan Sulaiman karena terlambat memberikan bantuan kepada Rio Fahmi.
Selain itu, Malut United gagal memanfaatkan keunggulan jumlah pemain setelah Persija mendapat kartu merah. Pertandingan tersebut tidak lepas dari drama seperti diving, taktik mengulur waktu dan menambah bumbu emosi dalam laga tersebut.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
