Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 13 Juli 2025 | 18.58 WIB

Dua Sisi Regulasi 11 Pemain Asing di Super League 2025/2026 di Mata Coach RD: Antara Kebutuhan Industri dan Pembinaan

Pelatih Liga Indonesia All Star Rahmad Darmawan saat memimpin latihan timnya di Stadion STIK, Jakarta, Kamis (3/7/2025). (ANTARA)

 

JawaPos.com - Pelatih Rahmad Darmawan memberikan pandangannya terhadap regulasi 11 pemain asing untuk kompetisi Super League 2025/2026, nama baru dari Liga 1 Indonesia. Dia menilai ada dua sisi yang bertolak belakang dari penetapan aturan tersebut.

ILeague, nama baru operator PT Liga Indonesia Baru (LIB), telah menetapkan perubahan kuota pemain asing untuk musim 2025/2026. Dari yang awalnya 8 pilar impor dengan hanya 6 boleh di lapangan, kini berubah menjadi 11 nama, tapi hanya 8 pemain asing yang boleh masuk daftar susunan pemain (DSP) dan bermain bersama.

Perubahan regulasi pemain asing itu terus menuai pro dan kontra. Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) telah menyatakan kekecewaannya karena aturan itu dianggap merugikan pemain lokal.

Rahmad Darmawan sebagai perwakilan pelatih ikut menanggapi aturan baru itu. Dia mengatakan ada dua perspektif yang bisa digunakan dalam menyikapi regulasi 11 pemain asing. Hanya saja, dua sudut pandang itu saling bertolak belakang.

"Kalau kita bicara dua hal itu (industri sepak bola dan kesempatan bermain), memang ada kontradiksi. Di satu sisi, kita harus mengorbankan satu hal untuk hal lainnya," ucap Rahmad Darmawan dalam sesi jumpa pers di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (12/7) malam.

Pandangan pertama yang dimaksud Rahmad adalah terkait industri sepak bola. Dia menyebut penambahan jumlah pemain asing tentu berpotensi mengangkat derajat kompetisi.

Hanya saja, regulasi 11 pemain asing ini dapat jadi pisau untuk pembinaan. Para talenta lokal jadi minim kesempatan bermain karena setiap tim boleh memainkan maksimal delapan pemain asing mereka di lapangan.

Rahmad juga mengatakan, dengan adanya delapan pemain asing yang diperbolehkan bermain di lapangan, ditambah satu pemain U-23 yang wajib tampil, maka yang tersisa untuk pemain lokal non-U-23 dalam sebelas pemain pertama hanya dua.

"Kalau dari saya pribadi, sebagai pelatih lokal, orang Indonesia, saya ingin mengatakan jujur dari hati saya, saya masih menginginkan regulasi itu seperti tahun lalu, di mana 6 yang boleh main, dan 8 yang di daftarkan, itu sudah sangat ideal," ucap RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan.

Menurut RD, dalam regulasi pemain asing musim lalu, setidaknya masih ada lima posisi yang bisa dimaksimalkan oleh pemain lokal untuk terus mengasah kemampuan mereka di level tertinggi.

Pelatih yang menangani Liga Indonesia All Star di Piala Presiden 2025 itu menilai hal tersebut penting karena Timnas Indonesia memiliki banyak agenda internasional seperti Asian Games, SEA Games, dan Piala AFF, sehingga jam bermain sangat dibutuhkan demi menjaga performa dan kesiapan para pemain.

"Jujur, di satu sisi saya paham kebutuhan industri. Tapi, di sisi lain, saya juga mengerti proyeksi ini berkaitan dengan pengembangan industri sepak bola, meskipun pertanyaan ini mungkin belum waktunya saya jawab," beber Rahmad.

Meski demikian, RD menegaskan pandangan tersebut ia sampaikan murni sebagai pendapat pribadi. Dia pun sebagai pelatih siap untuk menaati dan melihat bagaimana hasilnya dari regulasi ini.

"Keputusan sudah dibuat. Harus kita taati dan ikuti. Sekarang tinggal kita lihat perbandingan hasilnya seperti apa. Apakah musim depan lebih ideal dengan enam pemain asing yang bermain, atau delapan. Itu akan terlihat dari komparasi antara hasil musim lalu dan musim ini," jelasnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore