
Eduardo Perez bangga progress apik skuad Persebaya Surabaya jelang Super League 2025/2026. (Dok. Persebaya)
JawaPos.com — Pelatih anyar Persebaya Surabaya, Eduardo Perez, langsung mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia. Ia sukses mempersembahkan trofi perdana dalam laga uji coba pramusim jelang Super League 2025/2026.
Green Force tampil meyakinkan saat menumbangkan Football West All Star dengan skor meyakinkan 2-0. Laga tersebut menjadi pembuktian awal filosofi bermain yang dibawa Perez ke Bruno Moreira cs.
“Ini pertandingan persahabatan pertama, tapi kami senang dengan penampilan tim,” kata Eduardo Perez usai pertandingan. “Kami memulai 20 menit awal dengan baik, menguasai bola, dan menciptakan peluang,” beber Perez.
Meski dihadapkan dengan tekanan tinggi dari lawan, Persebaya Surabaya tetap tenang dan tampil disiplin. “Lawan menekan sangat tinggi, mereka menyulitkan kami, tapi kami mampu keluar dari tekanan,” lanjutnya.
Kemenangan ini terasa istimewa karena Football West All Star berada di tengah musim kompetisi. Sementara Persebaya Surabaya baru memasuki awal pramusim, membuat hasil ini semakin membanggakan.
“Tidak mudah bermain melawan tim yang sedang berada di puncak kebugaran. Tapi para pemain menunjukkan kerja keras dan komitmen luar biasa,” ujar Perez.
Laga ini juga menjadi ajang pembuktian pemain-pemain anyar dan kekuatan skuad yang tengah dibangun.
Kombinasi lini tengah dan sayap yang cepat menjadi kunci keberhasilan Persebaya Surabaya dalam membongkar pertahanan lawan.
Pertandingan berlangsung dalam tempo tinggi sejak peluit babak pertama dibunyikan. Namun, gol baru tercipta di babak kedua lewat serangan cepat dan efektif.
Peluang emas pertama datang pada menit ke-58 saat Gali Freitas mengacak sisi kanan pertahanan lawan. Ia mengirimkan umpan terobosan ke Malik Risaldi yang langsung menembak, tapi sayang bola masih melambung tinggi.
Tiga menit kemudian, Persebaya Surabaya akhirnya memecah kebuntuan.
Lewat kerja sama apik antara Bruno Moreira dan Gali Freitas, bola dikirim ke depan gawang dan disambut Francisco Rivera dengan sontekan keras yang mengubah skor menjadi 0-1.
Persebaya Surabaya tak mengendurkan serangan meski sudah unggul. Malik kembali menciptakan peluang lewat tendangan keras dari luar kotak penalti, namun bola muntah gagal dimaksimalkan Gali dan Malik di kesempatan kedua.
Setelah unggul, rotasi pemain dilakukan oleh Perez untuk menjaga intensitas dan kebugaran tim. Pemain seperti Oktafianus Fernando, Sheva Kardanu, hingga Dimas Wicaksono masuk dan menjaga stabilitas permainan.
Langkah ini terbukti efektif menjaga ritme permainan hingga akhir laga. Persebaya Surabaya tetap mendominasi dan tak memberi ruang bagi tuan rumah untuk berkembang.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
