Pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez. (Media Persebaya)
JawaPos.com — Waktu semakin menipis untuk pelatih Persebaya Surabaya, Eduardo Perez. Ia dihadapkan pada tugas berat memulihkan kondisi dua pilar pentingnya, Rachmat Irianto dan Koko Ari, jelang Liga 1 Indonesia 2025/2026.
Keduanya masih belum pulih total dari cedera yang membuat mereka absen panjang di musim lalu. Saat ini, mereka masih menjalani latihan terpisah dari tim utama di bawah pengawasan tim medis dan pelatih fisik.
Pada Minggu (29/6/2025), Rachmat Irianto dan Koko Ari terlihat berlatih ringan di Lapangan ABC Gelora Bung Tomo, Surabaya. Mereka hanya melakukan jogging dan belum bisa bergabung dalam sesi penuh bersama rekan-rekannya.
Eduardo Perez mengakui kondisi fisik keduanya terus dipantau setiap hari secara intensif. Progres pemulihan menjadi perhatian utama karena keduanya merupakan pemain penting di lini belakang Green Force.
"Rian sudah mulai menyentuh bola hari ini, itu perkembangan yang menggembirakan bagi kami," kata Perez. Ia menambahkan kondisi Rachmat Irianto dan Koko Ari sangat krusial dalam rencana besar tim musim ini.
Koko Ari mengalami cedera otot paha saat masih berseragam Madura United pada awal April 2025. Cedera itu memaksanya absen dalam beberapa pertandingan krusial di akhir musim lalu.
Sementara Rachmat Irianto mengalami cedera lebih serius, yakni anterior cruciate ligament (ACL) pada lututnya. Cedera tersebut didapat saat memperkuat Persib Bandung melawan PSBS Biak pada 11 Januari 2025 lalu.
Cedera ACL bukan perkara sepele dan membutuhkan waktu pemulihan yang panjang serta penanganan khusus. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi Eduardo Perez yang baru saja kembali menukangi Persebaya Surabaya.
Kehadiran keduanya sangat diharapkan untuk memperkuat lini belakang Persebaya Surabaya yang musim lalu kerap rapuh.
Pemulihan yang tidak maksimal bisa berakibat fatal bagi persiapan tim menghadapi ketatnya persaingan Liga 1.
Perez menegaskan semua pihak di tim pelatih berkomitmen penuh mendampingi proses pemulihan dua pemain tersebut. Bahkan, ia mengajak Bonek dan Bonita turut memberi dukungan moral bagi Koko dan Rian.
"Kami masih punya waktu beberapa pekan sebelum laga perdana, dan kami akan manfaatkan sebaik mungkin," ujar Perez. Ia yakin waktu tersisa bisa dimaksimalkan untuk mengembalikan kondisi seluruh pemain ke level optimal.
Meski begitu, tekanan tetap ada karena waktu berjalan sangat cepat. Liga 1 Indonesia 2025/2026 semakin dekat dan Persebaya Surabaya dituntut tampil kompetitif sejak awal musim.
Tak hanya soal kebugaran, keduanya juga harus kembali menyesuaikan dengan taktik baru yang diterapkan Eduardo Perez. Pelatih asal Spanyol ini dikenal memiliki pendekatan permainan yang intens dan disiplin tinggi.

11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
Jadwal Moto3 Italia 2026! Veda Ega Pratama Ditantang Tak Goyah di Mugello demi Salip Rival Klasemen
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
