
Rachmat Irianto resmi berpisah dengan Persib setelah tiga musim bersama. (Instagram @rachmatirianto)
JawaPos.com - Satu lagi pilar utama Persib Bandung resmi angkat kaki dari skuad juara Liga 1. Kamis (12/6), Rachmat Irianto secara emosional berpamitan kepada klub dan Bobotoh setelah tiga musim penuh perjuangan dan pencapaian.
Kepergian Rian sapaan akrabnya diumumkan tepat sehari setelah Persib memperkenalkan Saddil Ramdani sebagai rekrutan anyar melalui videotron di jantung Kota Bandung.
Tangis Rian pecah ketika menyampaikan alasan kepergiannya dalam sebuah video yang diunggah di kanal YouTube resmi Persib. Ia menuturkan keputusan berat ini diambil demi satu alasan yang sangat pribadi yaitu keluarga.
Sang ibu kini hidup seorang diri setelah ayahanda tercinta, Bejo Sugiantoro, legenda sepak bola Indonesia, meninggal dunia pada 25 Februari 2025 yang lalu. Kala itu, Rian sendiri tengah dalam masa pemulihan cedera ACL yang didapat saat menghadapi PSBS Biak.
"Yang jelas pasti sedih, berat, karena ada dua sisi yang saya harus korbankan," ucap Rian dengan suara bergetar.
"Saya tinggalkan kota ini dengan memberikan dua prestasi, dan kedua, saya kehilangan bapak saya. Ibu saya kini hanya sendiri, dan hanya itu yang saya punya," lanjutnya.
Meski berat meninggalkan Maung Bandung, Rian merasa bersyukur telah menjadi bagian dari keluarga besar Persib sejak direkrut pada 5 April 2022. Dalam masa baktinya, ia turut mengantarkan Persib meraih back-to-back juara Liga 1 musim 2023/2024 dan 2024/2025.
"Pertama kali pakai jersey Persib, saya langsung merasakan kebanggaan. Ini pilihan orang tua saya, dan saya ingin buktikan bahwa saya bisa berdiri sendiri tanpa bayang-bayang nama besar bapak," ungkapnya.
Rian juga mengenang pesan terakhir sang ayah saat ia resmi bergabung. "Bawa nama baik keluargamu, dan buktikan kamu bisa sendiri," tuturnya.
Salah satu momen paling membekas dalam kariernya bersama Persib adalah final leg kedua Liga 1 2023/2024 melawan Madura United di Stadion Gelora Bangkalan.
"Itu momen yang tidak akan pernah saya lupakan, apalagi disaksikan langsung oleh keluarga besar saya," kenangnya.
Selama tiga musim di Kota Kembang, kontribusi Rian tidak hanya terlihat di lapangan. Ia adalah jembatan solid antara lini belakang dan tengah, dikenal gigih, serba bisa, dan penuh determinasi. Dalam balutan nomor punggung 53, ia tampil dalam 66 pertandingan di Liga 1 dengan torehan 2 gol serta 4 laga di kompetisi AFC Champions League Two.
Perjalanan kariernya bersama Persib dimulai di era pelatih Robert Alberts, lalu berlanjut di bawah asuhan Luis Milla dan mencapai puncak bersama Bojan Hodak. Pada musim keduanya, ia menunjukkan fleksibilitas luar biasa dengan bermain sebagai gelandang, bek tengah, hingga bek kanan.
Musim terakhirnya tidak semulus sebelumnya. Cedera menghantam di tengah perjalanan, membatasi jumlah penampilannya menjadi hanya 12 laga. Namun, perannya sebagai sosok berpengaruh di ruang ganti tetap dirasakan tim.
Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Rian atas semua dedikasi dan loyalitasnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
7 Weton Tulang Wangi Darah Manis yang Disukai Mahluk Halus Menurut Primbon Jawa, Weton Anda Termasuk?
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Surat Pernyataan Manajer Kopdes Merah Putih Bocor di Medsos, Undur Diri Kena Denda Rp 100 Juta?
Prediksi Skor Iran vs Selandia Baru di Piala Dunia 2026: Team Melli Diterpa Gejolak Geopolitik Tapi Punya Kans Menang
Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay di Piala Dunia 2026: La Celeste Dijagokan Menang!
