
Wahyudi Hamisi. (Instagram PSS Sleman)
JawaPos.com - Wahyudi Hamisi nyaris pindah profesi. Itu terjadi pada 2015 lalu. Gelandang PSS Sleman saat itu memilih untuk melanjutkan pendidikan. Dia kuliah di salah satu universitas di Belitung.
"Saya lupa namanya. Tapi yang jelas universitas swasta," kata pemain 27 tahun itu dalam obrolannya di PSS TV. Pemain asli Kotamobagu itu masuk ke Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi.
Dia tidak asal memilih jurusan. Pemain jebolan akademi Borneo FC itu punya cita-cita yang ingin diwujudkan. "Soalnya saya dulu ingin kerja di bank. Jadi ambil jurusan akuntansi," jelas pemain kelahiran 28 Juli 1997 tersebut. Lantas, kenapa dia kini malah menjadi pemain sepak bola profesional?
Semua bermula dari tawaran yang datang. Saat masih kuliah, Hamisi diminta pulang kampung. Dia diajak bergabung dengan skuad Pra PON Sulawesi Utara untuk menjalani babak kualifikasi PON XIX/2016. Dia kemudian menerima tawaran itu. Setelah itu, tawaran lain bermunculan.
Manajemen Borneo FC mengontak Hamisi. Dia diminta masuk dalam tim. Sebab, Pesut Etam saat itu akan mengikuti turnamen Piala Jenderal Sudirman tahun 2015. Dia kemudian tampil dalam turnamen tersebut.
Dari situlah, Hamisi kemudian mendapat kontrak sebagai pemain profesional dari Borneo FC. "Gaji pertama saya sisihkan untuk orang tua. Lalu sisanya saya belikan handphone," ungkap Hamisi.
Kini, cita-citanya untuk menjadi pegawai bank sudah tertutup. Karena itu, Hamisi kini fokus sebagai pemain sepak bola. Dia memastikan bakal memberikan yang terbaik sebagai pemain profesional.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
15 Pecel Paling Enak di Surabaya, Cita Rasa Sambal Kacang yang Autentik dan Ragam Lauk Tradisional yang Menggoda Selera
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
13 Wisata Terbaik Dekat Stasiun Pasuruan, Buat Liburan Tak Perlu Jauh Tapi Tetap Seru
12 Tempat Kuliner Soto yang Jadi Favorit di Malang, Soal Rasa Jangan Ditanya Pasti Enak!
Tak Perlu lagi Pusing Parkir, Ini Rute Transjakarta Paling Pas ke Indonesia Arena GBK
