Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 18 Mei 2025 | 16.19 WIB

Soal Brigata Curva Sud Nyalakan Flare di Laga PSS Sleman Kontra Persija Jakarta, Begini Kata Pieter Huistra

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, dalam sesi konferensi pers. (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com) - Image

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, dalam sesi konferensi pers. (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)

JawaPos.com - Malam panjang jatuh di Sleman, saat asap mengepul, waktu seolah berhenti. Degup semakin dekat di nadi, detak dan denyut jantung meninggi, debar dan desir di hati sudah tak terbendung lagi di depan gerbang jurang degradasi. Sementara itu, ribuan pasang mata tertuju pada satu titik di Stadion Maguwoharjo. Dalam atmosfer yang mendidih oleh tensi dan semangat, PSS Sleman berhasil mencatat kemenangan dramatis atas Persija Jakarta dengan skor tipis 2-1 pada pekan ke-33 Liga 1 2024/2025, Sabtu malam (17/5/2025), sekaligus memperpanjang asa mereka untuk menghindari zona degradasi.

Laga sempat dihentikan selama sekitar satu jam karena suporter tuan rumah, Brigata Curva Sud, menyalakan flare yang membuat seluruh stadion diselimuti asap tebal. Kejadian tersebut memaksa wasit menghentikan pertandingan yang kala itu masih menyisakan sekitar 15 menit waktu normal.

Pertandingan sendiri dimulai dengan intensitas tinggi. PSS unggul terlebih dahulu melalui tendangan penalti Gustavo Tocantins di menit ke-23. Hanya berselang dua menit, Persija membalas lewat gol cepat Pablo Andrade, yang membuat laga semakin memanas.

Setelah penundaan panjang akibat flare, pertandingan kembali dilanjutkan pada menit ke-76. Tak disangka, justru setelah jeda itu, PSS mampu menunjukkan dominasi mereka. Gol penentu kemenangan hadir di menit ke-90+8 melalui sepakan Marcelo Cirino, yang mengunci tiga poin penting bagi tim tuan rumah.

Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengomentari insiden flare yang menyebabkan laga tertunda. Ia menyayangkan insiden tersebut karena mengganggu ritme permainan dan semestinya tidak terjadi.

“Jelas itu bukan hal yang baik (flare), apalagi saat laga masih menyisakan waktu, kita tidak berhenti tapi saya senang bisa menyelesaikan pertandingan hari ini dan meraih kemenangan,” ujar Huistra dalam konferensi pers seusai pertandingan.

Meski begitu, Huistra tetap merasa puas karena timnya mampu menuntaskan laga dengan kemenangan. Ia menyebut bahwa selama jeda pertandingan, dirinya memanfaatkan waktu untuk memberikan instruksi kepada pemain.

“Saya menyampaikan kepada pemain apa yang harus dilakukan untuk sisa waktu yang ada. Dan mereka menjalankan instruksi itu dengan sangat baik. Kita lihat hasilnya, kami mencetak gol di akhir dan saya bangga pemain tetap fokus hingga peluit panjang,” tambahnya.

Sang pencetak gol kemenangan, Marcelo Cirino, juga memberikan tanggapannya usai laga. Ia menilai kemenangan tersebut pantas didapatkan PSS, berkat kerja sama dan determinasi seluruh pemain.

“Puji Tuhan atas kemenangan ini. Persija adalah tim yang sangat kuat, tapi kami bekerja keras bersama dan layak mendapatkan hasil ini. Saya juga senang bisa mencetak gol dan terima kasih kepada semua suporter yang sudah hadir,” ujar Cirino.

Laga penuh emosi dan jeda panjang itu akhirnya ditutup dengan senyum manis di wajah para pemain PSS dan suporter yang tetap setia mendukung. Meski diselimuti asap, malam itu Sleman bersinar terang dengan semangat juang yang tak pernah padam.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore