
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, dalam sesi konferensi pers. (Alvin Fahrizal Bayyuni/JawaPos.com)
JawaPos.com - Malam panjang jatuh di Sleman, saat asap mengepul, waktu seolah berhenti. Degup semakin dekat di nadi, detak dan denyut jantung meninggi, debar dan desir di hati sudah tak terbendung lagi di depan gerbang jurang degradasi. Sementara itu, ribuan pasang mata tertuju pada satu titik di Stadion Maguwoharjo. Dalam atmosfer yang mendidih oleh tensi dan semangat, PSS Sleman berhasil mencatat kemenangan dramatis atas Persija Jakarta dengan skor tipis 2-1 pada pekan ke-33 Liga 1 2024/2025, Sabtu malam (17/5/2025), sekaligus memperpanjang asa mereka untuk menghindari zona degradasi.
Laga sempat dihentikan selama sekitar satu jam karena suporter tuan rumah, Brigata Curva Sud, menyalakan flare yang membuat seluruh stadion diselimuti asap tebal. Kejadian tersebut memaksa wasit menghentikan pertandingan yang kala itu masih menyisakan sekitar 15 menit waktu normal.
Pertandingan sendiri dimulai dengan intensitas tinggi. PSS unggul terlebih dahulu melalui tendangan penalti Gustavo Tocantins di menit ke-23. Hanya berselang dua menit, Persija membalas lewat gol cepat Pablo Andrade, yang membuat laga semakin memanas.
Setelah penundaan panjang akibat flare, pertandingan kembali dilanjutkan pada menit ke-76. Tak disangka, justru setelah jeda itu, PSS mampu menunjukkan dominasi mereka. Gol penentu kemenangan hadir di menit ke-90+8 melalui sepakan Marcelo Cirino, yang mengunci tiga poin penting bagi tim tuan rumah.
Pelatih PSS Sleman, Pieter Huistra, mengomentari insiden flare yang menyebabkan laga tertunda. Ia menyayangkan insiden tersebut karena mengganggu ritme permainan dan semestinya tidak terjadi.
“Jelas itu bukan hal yang baik (flare), apalagi saat laga masih menyisakan waktu, kita tidak berhenti tapi saya senang bisa menyelesaikan pertandingan hari ini dan meraih kemenangan,” ujar Huistra dalam konferensi pers seusai pertandingan.
Meski begitu, Huistra tetap merasa puas karena timnya mampu menuntaskan laga dengan kemenangan. Ia menyebut bahwa selama jeda pertandingan, dirinya memanfaatkan waktu untuk memberikan instruksi kepada pemain.
“Saya menyampaikan kepada pemain apa yang harus dilakukan untuk sisa waktu yang ada. Dan mereka menjalankan instruksi itu dengan sangat baik. Kita lihat hasilnya, kami mencetak gol di akhir dan saya bangga pemain tetap fokus hingga peluit panjang,” tambahnya.
Sang pencetak gol kemenangan, Marcelo Cirino, juga memberikan tanggapannya usai laga. Ia menilai kemenangan tersebut pantas didapatkan PSS, berkat kerja sama dan determinasi seluruh pemain.
“Puji Tuhan atas kemenangan ini. Persija adalah tim yang sangat kuat, tapi kami bekerja keras bersama dan layak mendapatkan hasil ini. Saya juga senang bisa mencetak gol dan terima kasih kepada semua suporter yang sudah hadir,” ujar Cirino.
Laga penuh emosi dan jeda panjang itu akhirnya ditutup dengan senyum manis di wajah para pemain PSS dan suporter yang tetap setia mendukung. Meski diselimuti asap, malam itu Sleman bersinar terang dengan semangat juang yang tak pernah padam.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
