
Menpora Dito Ariotedjo saat menanggapi sanksi FIFA yang dijatuhkan kepada PSSI terkait adanya diskriminasi. (Dimas Ramadhan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo buka suara perihal sanksi yang diterima oleh PSSI dari FIFA terkait adanya diskriminasi oleh suporter dalam duel Timnas Indonesia vs Bahrain. Dia menanggapi santai dan menganggap sanksi itu hanya sanksi ringan.
PSSI sebelumnya mengumumkan bahwa per Sabtu (10/5), federasi menerima surat dari induk sepak bola dunia berupa sanksi dan hukuman akibat adanya perilaku diskriminatif suporter saat Timnas Indonesia vs Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karni, Jakarta pada 25 Maret 2025.
Surat FIFA tersebut diterima federasi tentang referensi FDD 2338 tentang Pasal 18 diskriminasi. PSSI diminta oleh FIFA untuk bertanggung jawab terhadap perilaku diskriminatif suporter pada laga sebelumnya.
Akibat ulah suporter tersebut, PSSI sebagai pihak yang bertanggung mendapatkan dua hukuman dari FIFA. Pertama denda yang nilainya nyaris setengah miliar, tepatnya senilai Rp 400 juta.
Selain itu, PSSI juga diminta FIFA untuk mengurangi jumlah penonton saat laga kandang Timnas Indonesia berikutnya melawan Tiongkok pada 5 Juni 2025. Terutama tribune di belakang gawang, yakni sisi utara dan selatan.
Terkait itu, Dito mengatakan bahwa Kemenpora terus memantau perkembangan hukuman dari FIFA. Ia pun menyebut PSSI telah menyelesaikan persoalan itu.
"Ya, saya sudah memonitor sanksi yang diberikan. Sanksi administratif ya, jadi ringan. Dan itu sudah diselesaikan oleh PSSI," katanya di Kemenpora RI, Rabu (14/5).
Dalam surat kepada PSSI, FIFA menjelaskan bahwa tindakan diskriminasi itu muncul menjelang pertandingan Timnas Indonesia vs Bahrain berakhir. Yakni pada menit ke-80 oleh suporter yang umumnya berada di tribune utara dan selatan.
Terkait tindakan itu, Menpora Dito yakin bahwa hal ini bagian dari proses pendewasaan suporter Timnas Indonesia agar bersikap lebih bijak lagi ke depan.
"Pastinya kita selalu bagaimana ya ini euforia sedang tinggi dan semangat bersatu masyarakat Indonesia untuk timnas juga tinggi. Dan memang kemarin dengan Bahrain harus kita akuin mungkin ada melebihi aturan atau salah itu harus menjadi evaluasi dan juga edukasi kembali," terangnya.
"Ya, tapi ini kan gara-gara sebelumnya para pendukung merasa mendapatkan ketidakadilan melawan Bahrain. Jadi pastinya ini saya rasa fenomen yang baru untuk masyarakat kita dan pastinya makin waktu akan makin dewasa," tambah Dito.
Lebih lanjut, Dito meminta suporter Timnas Indonesia agar lebih santun dalam mendukung Timnas Indonesia sehingga hal seperti ini tak terjadi lagi di kemudian hari
"Ya, pastinya untuk para supporter mari kita dukung olahraga Indonesia, timnas kita di seluruh dimanapun pertandingannya," ucapnya.
"Tetap kita harus mengedepankan kultur asli kita, yaitu kesantunan. Jadi itu yang harus kita lihatkan agar dunia tahu bagaimana ramahnya Indonesia," pungkas Dito.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
