
Pelatih PSIS Semarang Gilbert Agius. (Dok. LIB)
JawaPos.com–PSIS Semarang membuat keputusan mengejutkan jelang berakhirnya musim Liga 1 Indonesia 2024/25. Tim berjuluk Mahesa Jenar memecat pelatih Gilbert Agius di tengah kondisi tim yang sedang berjuang untuk lepas dari zona merah.
Gilbert Agius menjadi pelatih PSIS sejak 15 Februari 2023. Di musim pertamanya, pelatih asal Malta itu sukses membawa Mahesa Jenar finis di peringkat enam klasemen reguler Liga 1 musim lalu.
Namun, musim ini PSIS bak roller coaster dengan terpuruk dan terancam degradasi dari Liga 1. Dari 30 pertandingan, Tim Mahesa Jenar hanya mampu meraih enam kemenangan.
Tak pelak, manajemen PSIS mengambil keputusan berani untuk mengakhiri kontrak Gilbert Agius karena hasil kompetisi Liga 1. Manajemen PSIS pun mengucapkan terima kasih atas dedikasi Gilbert Agius selama ini dan berharap pelatih asal Malta ini diberi kesuksesan ke depannya.
PSIS sudah menunjuk pelatih pengganti guna mengisi kekosongan yang ditinggal Gilbert Agius. Nama legenda Muhammad Ridwan resmi didapuk sebagai caretaker hingga akhir musim.
"Hari ini kami mengambil keputusan untuk memberhentikan coach Gilbert karena hasil yang tidak sesuai harapan. Dan kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi coach Gilbert selama ini. Di sisa musim ini, coach Ridwan akan menjadi caretaker PSIS,” kata Direktur Utama PT Mahesa Jenar Semarang Agung Buwono seperti dilansir dari laman resmi klub.
Sebelumnya, harapan PSIS untuk dapat mencatat kemenangan di laga pekan ke-30 Liga 1 gagal total. Mereka harus puas mengakui keunggulan Borneo FC.
Bermain di kandang sendiri di Stadion Jatidiri, Semarang, Jumat (25/4), PSIS kembali menelan hasil buruk setelah ditaklukkan dengan skor telak 2-5 oleh sang tamu, Borneo FC Samarinda.
Kondisi ini sangat menyedihkan nan menyakitkan bagi PSIS. Bagaimana tidak, pada babak pertama, PSIS sudah tertinggal empat gol lebih dulu.
Dan meski PSIS sempat bangkit di babak kedua dengan mencetak 2 gol, namun itu belum cukup karena nyatanya PSIS juga kembali kebobolan di pengujung babak kedua.
“Ini adalah laga yang sangat penting, tapi kita sangat sulit membalikkan keadaan. Semua pasti merasa marah dan kecewa dengan hasil ini. Semua orang di Kota Semarang pasti kecewa dengan hasil buruk ini,” kata pelatih PSIS Gilbert Agius kala itu.
PSIS pun kini berada di urutan ke-17 dengan 25 poin, hasil dari enam kali menang, tujuh kali seri dan 17 kali kalah. Alfeandra Dewangga dan kolega berselisih empat poin dari Barito Putera yang berada di peringkat ke-15.
PSIS kini masih menyisakan empat laga lagi di musim ini. Empat pertandingan tersisa mereka untuk menyelamatkan diri dari degradasi Liga 1 musim ini adalah melawan Bali United, PSS Sleman, Malut United dan Barito Putera.
Dengan sisa laga tersebut, Mahesa Jenar ini pun tak boleh kepleset. Mereka harus menargetkan poin penuh di setiap pertandingan guna menghindari bermain di Liga 2 musim depan.

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
