
Angel Alfredo Vera ketika menangani Madura United. (Media Madura United)
JawaPos.com — Derbi Suramadu antara Persebaya Surabaya dan Madura United di pekan ke-29 Liga 1 Indonesia 2024/2025 bukan sekadar laga biasa. Nama Angel Alfredo Vera, pelatih Madura United, menyimpan memori emas dalam sejarah Persebaya Surabaya.
Kedatangan Alfredo ke Persebaya Surabaya pada 27 Mei 2017 menjadi titik balik klub. Saat itu, Green Force tengah terpuruk di Liga 2 dengan kondisi tak menentu.
Alfredo, pelatih asal Argentina, datang dengan reputasi mentereng. Ia pernah membawa Persipura Jayapura juara Indonesia Soccer Championship 2016.
Di tangan Alfredo, Persebaya Surabaya bangkit menjadi tim tangguh. Dalam waktu singkat, ia menyulap skuad menjadi penakluk Liga 2.
Persebaya Surabaya lolos ke Liga 1 usai mengalahkan Martapura FC di semifinal. Alfredo memastikan tiket promosi dengan kemenangan dramatis pada 25 November 2017.
Tak cukup sampai di situ, Alfredo mengantarkan Persebaya Surabaya juara Liga 2. Kemenangan 3-2 atas PSMS Medan di final menjadi puncak kejayaan pada 28 November 2017.
Trofi juara disambut suka cita oleh Bonek, suporter fanatik Persebaya Surabaya. Arak-arakan trofi dari Bandara Juanda hingga Jalan A. Yani Surabaya menjadi momen bersejarah.
Presiden Klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda, memuji jasa Alfredo. “Banyak orang gampang melupakan jasa orang lain. Tapi jasa Coach Alfredo kepada Persebaya, akan saya kenang seumur hidup,” ujarnya penuh haru.
Alfredo memulai karier kepelatihan di Persebaya Surabaya dengan tantangan besar. Ia hanya punya waktu dua hari untuk mempersiapkan tim melawan Persatu Tuban.
Meski waktu adaptasi singkat, Alfredo sukses membawa Persebaya Surabaya menang. Laga pada 6 Juni 2017 di Gelora Bung Tomo menjadi bukti kehebatannya.
Di tengah perjuangan merebut promosi, Alfredo menghadapi cobaan berat. Putranya, David Alessandro Vera, meninggal dunia pada 15 Oktober 2017.
Kehilangan buah hati tak mematahkan semangat Alfredo. Ia tetap profesional memimpin Persebaya Surabaya menuju kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
“Ini bukan untuk konsumsi publik. Saya memang menjalani hari-hari yang berat. Tapi saya harus tetap profesional sebagai pelatih,” ujar Alfredo. Sikapnya mencerminkan dedikasi luar biasa untuk Persebaya Surabaya.
Kiprah Alfredo di Indonesia tak dimulai dari Persebaya Surabaya. Ia sudah malang melintang sejak 2005 sebagai pemain di Persekap Pasuruan.
Setelah gantung sepatu pada 2009, Alfredo menimba ilmu kepelatihan di Argentina. Lisensi Conmebol setara UEFA Pro menjadi modalnya kembali ke Indonesia.

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
