
Direktur Utama Persatu Tuban Putra Fahmi Fikroni. (Bagus Putra Pamungkas/Jawa Pos)
Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Persatu Tuban absen dalam kompetisi resmi. Ya, tim berjuluk Laskar Ronggolawe itu tidak ambil bagian di Liga 4 Asprov PSSI Jawa Timur musim 2024-2025. Direktur
Utama Persatu Tuban Putra Fahmi Fikroni, mengungkap kendala yang dihadapi klub kebanggaan warga Tuban itu.
Bagus Putra Pamungkas, Tuban
"Ada perusahaan besar di Tuban, ketika kami minta dukungan untuk menjadi sponsor Persatu, mereka hanya mau memberi Rp 2,5 juta per musim". Begitu di antara sambatan Fahmi Fikroni ketika ditemui Jawa Pos di kediamannya di kawasan Karangsari, Tuban, Rabu (2/4).
Padahal, perusahan itu adalah perusahaan besar. Asetnya besar sekali. "Saya langsung kembalikan saja uang itu," sambung pria yang juga menjabat wakil ketua Askab PSSI Tuban itu. Ada pula perusahaan minyak yang beroperasi di Tuban yang sempat diminta untuk menjadi sponsor. Tapi ketika diminta dukungan, hanya mau memberi dana “recehan” Rp 7,5 juta untuk satu musim.
Fahmi juga sudah mengirim proposal ke salah satu produsen semen ternama yang ada di Tuban. Namun perusahaan ternama itu hanya mau
mengeluarkan dana minimalis untuk selevel perusahaan papan atas tersebut. "Saat diminta jadi sponsor, mereka maksimal hanya bisa membantu Rp 300 juta. Itu pun dari dana CSR, bukan dana untuk sponsorship," jelas Fahmi.
Menurut Fahmi Fikroni, mencari sponsor bagi Persatu sangat sulit. Padahal, pengajuan kerja sama itu dilakukan saat Laskar Ronggolawe masih dalam kondisi peak. Yakni ketika bermain di Liga 2. Persatu memang sempat berlaga di kasta kedua tanah air pada musim 2017 dan 2019. "Tapi tetap saja menggaet sponsor lokal sangatlah susah. Padahal itu sudah dibantu dengan sedikit intervensi dari pemerintah daerah," ungkapnya.
Dengan minimnya sponsor, pihak manajemen selalu tekor. "Karena saat bermain di Liga 2, kami bisa menghabiskan dana kisaran Rp 3,5 miliar per musim," ungkap pria yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Tuban itu.
Saking sulitnya mencari sponsor, Fahmi mengaku sampai utang kepada Bupati Tuban saat itu, Fathul Huda. "Untuk menghidupi Persatu, saya sampai hutang pribadi dengan beliau Rp 1 miliar. Itu hutang langsung secara personal," tuturnya.
Sulitnya mencari dana itulah yang menjadi sebab utama Persatu absen di Liga 4 Jawa Timur musim ini. Kondisi itu membuat Fahmi terenyuh. "Bagaimana tidak, saya pernah membawa Persatu meraih gelar juara Liga Nusantara pada 2014 dan pernah membawa tim berlaga di Liga 2. Betul-betul sangat disayangkan, mengingat saat ini Persatu sudah punya stadion yang mumpuni," bebernya. Karena tidak berkompetisi, Stadion Tuban Sport Center dipakai home base oleh Persela Lamongan untuk berlaga di Liga 2 musim 2024-2025.
Lantas, apakah Persatu akan kembali absen untuk musim depan? "Saya pastikan Persatu akan kembali tampil di Liga 4 Jawa Timur musim depan," tegas pria 47 tahun tersebut. Karena jika dua musim berturut-turut tidak ikut berkompetisi, sesuai regulasi Persatu bakal dikeluarkan dari keanggotaan oleh Asprov PSSI Jawa Timur.
Pertanyaannya, bagaimana untuk pendanaan tim pada musim depan? Terkait hal itu Fahmi membuka lebar pintu bagi investor yang ingin
mengakuisisi Persatu. Saat ini, PT. Persatu Tuban dimiliki empat orang. Selain Fahmi Fikroni, ada Nasrudin Ali, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban Miyadi, dan anggota DPR RI Ratna Juwita. Empat orang itu masing-masing punya saham yang sama: 25 persen.
"Silahkan kalau mau diambil atau diakuisisi. Kami akan melepas. Tapi ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Investor yang mengakuisisi itu harus benar-benar berkomitmen untuk membawa Persatu berprestasi. Karena kami sudah berdarah-darah untuk membiayai Persatu selama ini," cetus pria yang pernah 8 musim menjadi manajer Persatu itu.
"Selain berkomitmen, kami mengharuskan jangan sampai mengubah nama Persatu dan
pindah home base," lanjutnya. Syarat lainnya adalah, investor harus bersedia membuat perjanjian hitam di atas putih, dalam tiga tahun bisa membawa Persatu kembali ke Liga 2.
Secara khusus Fahmi Fikroni menaruh harapan besar pada Bupati Tuban saat ini, Aditya Halindra. Sebagai pemimpin tertinggi di Bumi Ronggolawe, dia diharapkan bisa menyelamatkan Persatu. "Jadi tidak
perlu jauh-jauh mencari investor. Saya sangat berharap Mas Bupati mau memegang kendali Persatu. Beliau adalah harapan kami agar Persatu bisa bangkit lagi," harapnya. (*)

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
