Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 Maret 2025 | 22.49 WIB

Timnas Kalah Telak, PSSI dan Patrick Kluivert Dihujani Kritik Pedas Usai Laga Kontra Australia

Pemain Australia berselebrasi setelah mencetak gol melawan Indonesia (Dok. Instagram @socceroos)

JawaPos.com - Timnas Indonesia hancur lebur di Sydney, pasukan Garuda kalah telak dengan skor 5-1 dari tuan rumah dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Kamis (20/3).

Kritikan keras ramai ditujukan kepada Erick Thohir beserta jajarannya di PSSI. Mengganti Shin Tae Yong di tengah kompetisi dan sedang dalam trek yang bagus rasanya adalah sebuah perjudian yang sangat besar. Hasilnya, tim pelatih pengganti yang digadang-gadang sebagai yang terbaik sepanjang sejarah timnas oleh salah satu exco itu justru torehkan hasil terburuk di ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia.

Strategi dari tim kepelatihan juga patut dipertanyakan. Patrick Kluivert cs mencoba bermain lebih aktif, menguasai bola, dan mengambil kendali permainan.

Hal itu tampak dari statistik pertandingan. Kita memenangkan banyak angka mulai dari penguasaan bola, total tembakan, hingga akurasi umpan. Tapi pada akhirnya, angka yang paling krusial dalam sepakbola adalah yang terpampang di papan skor, dan sayangnya kita kalah telak.

3-2-5 dan 4-2-1-3

Indonesia bermain dengan dua formasi yang berbeda, ketika menguasai bola Indonesia bermain dengan 3-2-5 dimana kedua bek sayap Indonesia naik cukup jauh hingga sejajar dengan tiga pemain depan.

Ketika bertahan, formasi berubah menjadi 4-2-1-3 dengan melakukan pressure ke build-up yang coba dibangun Australia. Penjagaan yang dilakukan menggunakan sistem man-to-man.

Pengamat sepak bola, Rossi Finza Noor dalam akun X-nya @Rossifinza mengemukakan pendapatnya tentang kelemahan dalam sistem permainan yang coba dibuat Patrick.

"Persoalan main man-to-man, kalo lawan bagus sirkulasi bola ditambah rotasi posisi cair, yang nerapin bisa kepancing keluar posisi. Add that to the fact that Indonesia play with high defensive line, then it's a risk," tulis Rossi.

Taktik garis pertahanan tinggi juga jadi masalah. Ketika Indonesia kehilangan bola, terdapat area yang cukup luas di pertahanan timnas sehingga beberapa kali dimanfaatkan Socceroos menjadi gol.

Pertandingan itu juga memperlihatkan tak adanya mitigasi yang dilakukan Patrick terhadap taktik menyerangnya.

"Lo boleh bilang Patrick Kluivert berani (atau nekat, atau naif, tergantung sudut pandang lo). Tapi yang jelas, apa pun itu, mitigasi taktik ofensifnya juga mestinya jalan. Sayangnya, di babak pertama tadi nggak. Pressing bisa di-by passpivot kalah duel, gone," tulis Rossi kembali.

Sepakbola Juga Tentang Bertahan

Pangeran Siahaan, mantan penyiar olahraga, juga mengeluarkan tanggapan atas laga kemarin di akun X @pangeransiahaan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore