Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Maret 2025 | 21.42 WIB

Legenda Timnas Indonesia yang Pernah Lawan Maradona Menantikan Racikan Patrick Kluivert, Harap Garuda Curi Poin dari Australia

Skuad Timnas Indonesia. (Dok. Express)

 

JawaPos.com - Harapan besar digaungkan oleh legenda Timnas Indonesia David Sulaksmono jelang menghadapi Australia pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Ia berharap poin penuh bisa diperoleh skuad Garuda dengan racikan dan strategi baru di bawah arahan Patrick Kluivert.

Duel Australia vs Timnas Indonesia benar-benar menyita perhatian banyak pihak. Tak terkecuali para mantan pemain sekaligus legenda Garuda, yang ternyata cukup menantikan duel matchday tujuh Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.

Dia adalah David Sulaksmono, mantan pemain yang turut ambil bagian dalam Timnas Indonesia U-20 di Piala Dunia Junior 1979. David saat itu jadi bagian sejarah Garuda Muda saat melawan Argentina, yang diperkuat oleh Diego Armando Maradona.

Kala itu, Timnas Indonesia Junior besutan Soetjipto Soentoro, menyerah dengan skor lima gol tanpa balas dari Argentina. Maradona, sang mega bintang dunia pada masa jayanya, mencetak brace alias dua gol ke gawang Garuda Muda.

Meski sudah lama meninggalkan sepak bola, David Sulaksmono masih mengikuti perkembangan Timnas Indonesia. Termasuk saat Garuda tengah berjuang menuju Piala Dunia 2026.

David Sulaksmono mengetahui betul bahwa Timnas Indonesia sekarang banyak diperkuat oleh para pemain diaspora. Dari 29 nama pemain yang dipanggil, 19 di antaranya adalah pesepak bola yang lahir dan besar di luar negeri, khususnya Eropa.

"Peribahasa yang menyebutkan setiap masa ada orangnya, setiap orang ada masanya kini berlaku juga bagi Timnas Indonesia. Ketika saya bermain dulu, mayoritas pemain Timnas datang dari klub yang sama, Jayakarta," kata David kepada Jawa Pos.

"Saat ini, banyak pemain berkarir di luar negeri karena menjadi bagian diaspora. Ya, meskipun mereka bukan pemain bintang yang bermain di kasta tertinggi bersama klub-klub besar di Eropa," tambahnya.

Di satu sisi, David Sulaksmono menilai para pemain diaspora itu membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Terlebih, mereka tidak datang berbarengan sehingga perlu diciptakan chemistry dalam skuad Merah Putih.

Sayangnya, hal itu tak dimiliki oleh Timnas Indonesia sekarang. Garuda diketahui hanya punya waktu dua hari untuk berlatih dengan skuad lengkap karena mepetnya pertandingan para pemain di klub masing-masing dengan jeda internasional FIFA Matchday.

"Waktu mepet untuk berkumpul bersama menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi tim. Pemain baru diantaranya tiga diaspora yang baru menjadi warga negara Indonesia Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James," katanya.

"Jangan lupa juga bagaimana soal kondisi fisik. Apalagi, pemain harus menempuh perjalanan yang sangat panjang untuk bisa sampai ke negara terbesar bagian Oseania itu. Iya, persiapan yang mepet banget ini menjadi masalah yang harus bisa dipecahkan bagi timnas," terangnya menambahkan.

Praktis, kata David, hanya ada persiapan sekitar beberapa hari saja. Sementara yang dia tahu, dalam sepak bola bola dibutuhkan kebersamaan atau team work. Apalagi, Timnas Indonesia sekarang juga datang dengan berkekuatan tim kepelatihan yang baru dengan Patrick Kluivert sebagai nahkoda utama.

"Apakah itu bisa mencukupi dengan waktu yang sangat pendek? Ya kita bisa lihat jawabannya nanti. Saya sebagai mantan pelaku sepak bola, tentu saja mendoakan yang terbaik hasil untuk timnas kita ya untuk bertanding melawan Australia," ucapnya.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore