Septian David Maulana PSIS melakukan selebrasi dengan memasukkan bola ke kostum dan mengisap jempol. (Riana Setiawan/Jawa Pos)
JawaPos.com - Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka dengan PSIS Semarang dalam laga BRI Liga 1 2024/2025 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (12/3/2025). Green Force yang hampir mengamankan kemenangan harus rela kebobolan di menit akhir akibat gol dari Septian David Maulana. Gol tersebut memastikan laga berakhir dengan skor 1-1 dan menggagalkan Persebaya untuk naik ke peringkat dua klasemen.
Nama Septian David Maulana menjadi sorotan setelah golnya di menit-menit akhir membuat Persebaya gagal mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri. Memanfaatkan bola crossing yang gagal dihalau oleh Ernando Ari, Septian dengan sigap mencocor bola ke gawang Persebaya, membuat ribuan Bonek yang memadati stadion terdiam.
Gol ini tidak hanya menyelamatkan PSIS dari kekalahan atas anak asuh Paul Munster, tetapi juga menegaskan peran penting Septian di lini serang Mahesa Jenar. Berkat aksinya, PSIS kini mengemas 24 poin dan bertengger di peringkat ke-15 klasemen sementara.
Perjalanan Karier Septian David Maulana
Septian David Maulana lahir di Semarang pada 2 September 1996. Dengan tinggi 1,74 meter, ia dikenal sebagai gelandang serang yang memiliki visi permainan tajam serta kemampuan mencetak gol dari lini kedua.
Karier profesionalnya dimulai bersama Mitra Kukar pada tahun 2015. Selama empat musim, ia mencatatkan 71 penampilan liga dan berhasil mencetak 16 gol. Performanya yang konsisten menarik perhatian PSIS Semarang, yang kemudian merekrutnya dengan status bebas transfer pada Januari 2019.
Debutnya bersama PSIS terjadi pada 5 Februari 2019 dalam ajang Piala Indonesia melawan Persibat Batang, di mana ia langsung mencetak gol. Sejak saat itu, ia menjadi salah satu pilar utama PSIS dan terus menunjukkan kontribusi penting bagi tim.
Gaya Bermain dan Kontribusi di PSIS
Sebagai gelandang serang, Septian dikenal memiliki kemampuan dalam mengatur permainan dan memberikan umpan-umpan kunci. Selain itu, ia juga kerap mencetak gol penting bagi PSIS, seperti yang ia lakukan saat menghadapi Persebaya.
Gaya bermainnya yang fleksibel memungkinkan Septian untuk ditempatkan di berbagai posisi di lini tengah, baik sebagai playmaker maupun gelandang box-to-box. Kombinasi visi bermain, akurasi umpan, serta kemampuannya dalam mengeksekusi bola mati menjadikannya aset berharga bagi PSIS.
Dampak Golnya terhadap Persebaya
Bagi Persebaya, hasil imbang ini menjadi pukulan telak. Mereka gagal memanfaatkan kesempatan untuk naik ke peringkat kedua klasemen, tetap tertahan di posisi ketiga dengan 48 poin dari 27 laga. Sementara itu, Dewa United yang berada di peringkat kedua masih unggul satu poin.
Tidak hanya itu, kegagalan Persebaya meraih kemenangan juga memicu kekecewaan besar dari para Bonek. Oktafianus Fernando menjadi sasaran kritik setelah membuang peluang emas di menit-menit akhir, yang seharusnya bisa membawa Persebaya unggul sebelum gol Septian terjadi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Surat Satir Sony Sanjaya ke Kepala BGN Baru Bikin Heboh, Netizen: Nanik Deyang Cepu ya Pak?
Resmi Jadi Tersangka Korupsi MBG, Sony Sonjaya Kirim Surat Satir ke Kepala BGN Baru: 'Terima Kasih Hadiah Indahnya'
Dikabarkan Deal! Persebaya Surabaya Gaet Lima Pemain Anyar, Empat Legiun Asing dan Satu Striker Lokal
