Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Maret 2025 | 06.14 WIB

Profil Septian David Maulana, Gelandang PSIS Semarang Penghancur Mimpi Persebaya Surabaya di Gelora Bung Tomo

Septian David Maulana PSIS melakukan selebrasi dengan memasukkan bola ke kostum dan mengisap jempol. (Riana Setiawan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Persebaya Surabaya harus puas berbagi angka dengan PSIS Semarang dalam laga BRI Liga 1 2024/2025 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Rabu (12/3/2025). Green Force yang hampir mengamankan kemenangan harus rela kebobolan di menit akhir akibat gol dari Septian David Maulana. Gol tersebut memastikan laga berakhir dengan skor 1-1 dan menggagalkan Persebaya untuk naik ke peringkat dua klasemen.

Nama Septian David Maulana menjadi sorotan setelah golnya di menit-menit akhir membuat Persebaya gagal mengamankan tiga poin penuh di kandang sendiri. Memanfaatkan bola crossing yang gagal dihalau oleh Ernando Ari, Septian dengan sigap mencocor bola ke gawang Persebaya, membuat ribuan Bonek yang memadati stadion terdiam.

Gol ini tidak hanya menyelamatkan PSIS dari kekalahan atas anak asuh Paul Munster, tetapi juga menegaskan peran penting Septian di lini serang Mahesa Jenar. Berkat aksinya, PSIS kini mengemas 24 poin dan bertengger di peringkat ke-15 klasemen sementara.

Perjalanan Karier Septian David Maulana

Septian David Maulana lahir di Semarang pada 2 September 1996. Dengan tinggi 1,74 meter, ia dikenal sebagai gelandang serang yang memiliki visi permainan tajam serta kemampuan mencetak gol dari lini kedua.

Karier profesionalnya dimulai bersama Mitra Kukar pada tahun 2015. Selama empat musim, ia mencatatkan 71 penampilan liga dan berhasil mencetak 16 gol. Performanya yang konsisten menarik perhatian PSIS Semarang, yang kemudian merekrutnya dengan status bebas transfer pada Januari 2019.

Debutnya bersama PSIS terjadi pada 5 Februari 2019 dalam ajang Piala Indonesia melawan Persibat Batang, di mana ia langsung mencetak gol. Sejak saat itu, ia menjadi salah satu pilar utama PSIS dan terus menunjukkan kontribusi penting bagi tim.

Gaya Bermain dan Kontribusi di PSIS

Sebagai gelandang serang, Septian dikenal memiliki kemampuan dalam mengatur permainan dan memberikan umpan-umpan kunci. Selain itu, ia juga kerap mencetak gol penting bagi PSIS, seperti yang ia lakukan saat menghadapi Persebaya.

Gaya bermainnya yang fleksibel memungkinkan Septian untuk ditempatkan di berbagai posisi di lini tengah, baik sebagai playmaker maupun gelandang box-to-box. Kombinasi visi bermain, akurasi umpan, serta kemampuannya dalam mengeksekusi bola mati menjadikannya aset berharga bagi PSIS.

Dampak Golnya terhadap Persebaya

Bagi Persebaya, hasil imbang ini menjadi pukulan telak. Mereka gagal memanfaatkan kesempatan untuk naik ke peringkat kedua klasemen, tetap tertahan di posisi ketiga dengan 48 poin dari 27 laga. Sementara itu, Dewa United yang berada di peringkat kedua masih unggul satu poin.

Tidak hanya itu, kegagalan Persebaya meraih kemenangan juga memicu kekecewaan besar dari para Bonek. Oktafianus Fernando menjadi sasaran kritik setelah membuang peluang emas di menit-menit akhir, yang seharusnya bisa membawa Persebaya unggul sebelum gol Septian terjadi.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore